KOLAKA TIMUR — Bagi warga Desa Lowa, Kecamatan Lambandia, pesan Bahtra Banong keras tapi gamblang: jual kebun atau sawah jika perlu, asal anak tetap sekolah. Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menyampaikan hal ini saat bersilaturahmi dengan masyarakat setempat, Senin lalu.
“Kalau punya anak, tolong disekolahkan. Jangan takut berkorban demi pendidikan mereka,” ujar Bahtra di hadapan warga. Ia menegaskan bahwa pengorbanan ekonomi orang tua hari ini akan terbayar lunas saat anak-anak berhasil meraih masa depan lebih baik.
Modal Utama Mengubah Nasib Keluarga
Menurut Bahtra, pendidikan bukan sekadar kewajiban negara, melainkan investasi jangka panjang keluarga. “Jual kebun, jual sawah, sekolahkan anaknya. Anak-anak nanti akan membalas pengorbanan itu,” katanya. Politisi asal Sulawesi Tenggara itu menilai anak-anak desa punya potensi besar jika diberi akses belajar yang layak.
Di hadapan warga, Bahtra juga memastikan program pemerintah pusat terus mengalir ke daerah. Salah satu yang ia kawal ketat adalah bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengingatkan bahwa PIP bisa menjadi penyelamat bagi keluarga yang kesulitan biaya sekolah.
Arahan Presiden: Turun ke Desa, Bantu Warga
Kunjungan ke Desa Lowa, kata Bahtra, bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut kegiatan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh anggota DPR. “Kami diperintah Pak Prabowo untuk rajin turun bertemu warga dan membantu meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
Silaturahmi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir orang tua di Kolaka Timur yang kerap memprioritaskan kerja di kebun dibanding menyekolahkan anak. Bahtra menekankan bahwa masa depan generasi muda desa ada di tangan mereka sendiri—dan orang tua yang berani berkorban.