Pencarian

5 Fakta Pasar Kripto 3 Juni 2026: Bitcoin Anjlok ke Rp 1,19 Miliar, Altcoin Terjun Bebas

Rabu, 03 Juni 2026 • 05:22:02 WIB
5 Fakta Pasar Kripto 3 Juni 2026: Bitcoin Anjlok ke Rp 1,19 Miliar, Altcoin Terjun Bebas
Bitcoin anjlok ke Rp 1,19 miliar, menguji level support kritis di pasar kripto.

1. Bitcoin (BTC) Terkoreksi Tajam, Level Support Kritis Diuji

Bitcoin saat ini diperdagangkan di Rp 1.198.410.790 ($67,171). Penurunan -5,36% dalam 24 jam membuat BTC kehilangan level psikologis Rp 1,2 triliun. Dari data on-chain, terjadi pergerakan besar dompet lama (dormant wallets) yang memindahkan lebih dari 15.000 BTC ke exchange dalam dua hari terakhir — indikasi klasik aksi jual oleh pemegang jangka panjang. Support terdekat BTC berada di $65.000 (Rp 1,16 miliar). Jika tembus, koreksi bisa berlanjut ke $62.000. Namun, volume beli di kisaran $66.000–$67.000 masih cukup tebal, menunjukkan adanya akumulasi dari investor ritel institusi Asia.

2. Ethereum (ETH) Ikut Terpuruk, DeFi dan Staking Jadi Katalis

Ethereum turun -5,1% ke Rp 33.696.061 ($1,888.68). Koreksi ETH sedikit lebih dangkal dibanding BTC, menandakan minat beli di harga bawah masih ada. Katalis positif yang patut dicermati adalah total nilai terkunci (TVL) di protokol DeFi berbasis Ethereum yang justru naik 2% dalam 24 jam terakhir — artinya investor tidak panik menarik likuiditas. Level $1.850 (Rp 33 juta) menjadi support kunci. Jika bertahan, ETH berpotensi rebound ke $2.000 dalam pekan ini.

3. Solana (SOL) Paling Merah di Top 10, Koreksi -6,47%

Solana menjadi yang terburuk di antara koin utama dengan koreksi -6,47% ke Rp 1.341.891 ($75.21). Penurunan ini dipicu oleh aksi jual massal token meme berbasis Solana setelah beberapa proyek rug pull terungkap. Dari data volume, SOL justru mencatat volume perdagangan harian tertinggi di antara altcoin — menandakan perang besar antara bulls dan bears. Jika $75 (Rp 1,33 juta) gagal ditahan, SOL berpotensi menguji $70 (Rp 1,24 juta). Investor disarankan wait and see hingga ada konfirmasi reversal.

4. Tiga Koin yang Layak Dipantau Investor Indonesia Saat Koreksi

XRP (Rp 21.735 / $1,22): Koreksi -5,49% relatif moderat. XRP tetap menarik karena sentimen positif dari penyelesaian kasus SEC vs Ripple yang semakin mendekati final. Support di $1,20 adalah area akumulasi menarik.
TRON (TRX) (Rp 5.977 / $0,34): Paling defensif dengan koreksi hanya -2,62%. TRX didukung adopsi USDT di jaringan TRC-20 yang terus meningkat, terutama untuk transfer lintas negara di Asia Tenggara.
Cardano (ADA) (Rp 3.839 / $0,22): Koreksi -5,94% sejalan pasar, namun volume transaksi harian jaringan Cardano justru naik 8% — indikasi aktivitas pengguna masih tinggi. Cocok untuk hold jangka panjang.

5. Strategi dan Platform untuk Investor Ritel Indonesia

Momen koreksi seperti ini justru menjadi peluang bagi investor dengan perspektif jangka panjang (DCA). Untuk investor Indonesia, tiga exchange lokal yang telah terdaftar di Bappebti dan memiliki likuiditas tinggi adalah Indodax (cocok untuk pemula dengan fitur rupiah langsung), Tokocrypto (terintegrasi dengan Binance, spread tipis), dan Pintu (aplikasi mobile dengan edukasi interaktif). Hindari exchange ilegal yang menawarkan imbal hasil tidak wajar. Selalu gunakan fitur verifikasi dua langkah (2FA) dan jangan simpan aset dalam jumlah besar di exchange.

5 Pertanyaan yang Sering Ditanya

1. Apakah koreksi ini awal dari bear market? Belum tentu. Koreksi -5% hingga -7% dalam sehari adalah hal normal di pasar kripto. Selama BTC bertahan di atas $65.000, tren bullish jangka menengah masih utuh.

2. Kapan waktu terbaik untuk membeli? Gunakan strategi DCA (pembelian bertahap) di setiap penurunan 3-5%. Jangan mencoba menebak harga terbawah.

3. Apakah lebih baik hold USDT dulu? Jika Anda trader jangka pendek, ya. Tapi jika investor jangka panjang (6-12 bulan), akumulasi BTC dan ETH di harga diskon lebih menguntungkan.

4. Bagaimana cara transfer dana dari bank ke exchange? Gunakan fitur deposit IDR melalui virtual account atau transfer bank. Pastikan nama rekening sesuai dengan KTP untuk menghindari penundaan.

5. Apakah pajak kripto di Indonesia masih berlaku? Ya, pajak penghasilan (PPh) final 0,1% dan PPN 0,11% masih berlaku untuk transaksi di exchange resmi. Pastikan exchange Anda memotong pajak otomatis.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau saran investasi. Setiap keputusan investasi tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca setelah melakukan analisis mandiri.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks