LASUSUA — Kolaka Utara menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang masuk dalam prioritas pengembangan kakao nasional. Penetapan itu ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak yang dipusatkan di Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini terhubung secara daring dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan dihadiri langsung Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nurrahman Umar, M.H., anggota DPRD, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Proses Sudah Masuk Tahap Pembibitan
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, Kamal Mustafa, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) telah rampung pada 2025. Kini program memasuki fase pembibitan.
“Pembibitan sudah berjalan. Selanjutnya akan dilakukan sambung pucuk dan penanaman direncanakan mulai Agustus 2026. Kami menargetkan seluruh proses penanaman dapat dituntaskan hingga akhir tahun,” ujar Kamal.
Lokasi pembibitan yang dikelola pihak ketiga tidak hanya berada di Kolaka Utara, tetapi juga di Kabupaten Kolaka Timur dan Konawe Selatan. Bibit yang dihasilkan akan digunakan untuk program peremajaan dan pengembangan kakao di wilayah sasaran.
Anggaran Rp 110 Miliar untuk Perluasan dan Peremajaan
Kamal menyebut program ini menjadi salah satu intervensi terbesar yang pernah diterima sektor perkebunan di Kolaka Utara. Anggaran Rp 110,98 miliar bersumber dari Belanja Tambahan (BTT) Kementerian Pertanian Tahun 2026, yang dialokasikan untuk perluasan dan peremajaan tanaman kakao.
“Program ini menjadi salah satu intervensi terbesar yang pernah diterima sektor perkebunan Kolaka Utara. Karena itu kami berharap seluruh pihak ikut mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada petani,” kata Kamal.
Dukungan untuk Komoditas Lain: Kelapa Dalam dan Pala
Selain kakao, Kolaka Utara juga mendapat alokasi pengembangan komoditas perkebunan lainnya dari Kementerian Pertanian. Untuk kelapa dalam, disiapkan anggaran sekitar Rp 16,97 miliar, sementara pengembangan pala mendapat dukungan Rp 1,97 miliar.
Target: Tumbuhkan Industri Pengolahan Kakao Lokal
Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada program hilirisasi ini. Tidak hanya meningkatkan produktivitas kebun rakyat, program ini diharapkan mendorong tumbuhnya industri pengolahan kakao di Kolaka Utara. Dengan begitu, nilai ekonomi yang dihasilkan bisa dinikmati langsung oleh petani dan masyarakat setempat.
Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI periode 2024–2029, khususnya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan ekonomi. Pemerintah pusat menargetkan peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan petani dan ekspor hasil perkebunan.