KENDARI — Aktivitas seismik di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Data dari Stasiun Geofisika Kendari mencatat setidaknya 44 kali gempa bumi terjadi sejak awal pekan ini hingga hari ini, dengan intensitas harian yang fluktuatif.
Mana Saja Wilayah yang Paling Sering Berguncang?
Konawe Utara menjadi wilayah dengan catatan gempa terbanyak, yakni 29 kali dalam lima hari. Disusul Kolaka Timur dengan 10 kali gempa. Kota Kendari dan Kabupaten Buton Utara masing-masing tercatat dua kali diguncang gempa. Satu gempa lainnya terjadi di perairan lepas pantai tenggara Sulawesi.
Menurut catatan BMKG, episenter gempa di Konawe Utara dan Kolaka Timur berada di darat dengan kedalaman kurang dari 10 kilometer. Hal ini membuat guncangan terasa cukup kuat meski magnitudonya relatif kecil, berkisar antara M 2,0 hingga M 4,2.
Mengapa Gempa Terjadi Beruntun?
Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, menjelaskan rangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan Sulawesi Tenggara. "Gempa-gempa yang terjadi adalah gempa dangkal akibat pergerakan sesar lokal. Ini adalah fenomena biasa di daerah dengan jalur sesar aktif," ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, meski frekuensinya tinggi, mayoritas gempa tidak berpotensi tsunami karena magnitudo dan kedalamannya. Namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Bagaimana Respons Warga dan Pemerintah Setempat?
Di Konawe Utara, beberapa warga melaporkan merasakan guncangan ringan hingga sedang, terutama pada malam hari. Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat rangkaian gempa ini. Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui BPBD setempat telah mengaktifkan posko siaga darurat untuk memantau perkembangan.
Sementara itu, BPBD Sulawesi Tenggara mengimbau warga di wilayah pesisir untuk tidak panik namun tetap waspada. "Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terbaru. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi hoaks yang beredar," kata Kepala Pelaksana BPBD Sultra.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Saat Gempa Terjadi?
BMKG mengingatkan langkah-langkah keselamatan dasar saat gempa: berlindung di bawah meja kokoh, menjauhi jendela dan benda yang mudah jatuh, serta jangan menggunakan lift. Jika berada di luar ruangan, hindari bangunan tinggi, tiang listrik, dan pohon besar.
Untuk gempa dangkal yang terasa kuat, warga diimbau segera keluar rumah dan menuju titik kumpul yang aman. "Jangan panik, tapi tetap waspada. Pastikan jalur evakuasi di rumah dan lingkungan sekitar tidak terhalang," pungkas Rudin.