KENDARI — Digitalisasi transaksi keuangan di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara terus diperkuat oleh Bank Indonesia. Langkah ini dijalankan melalui program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026 yang tak hanya mengedukasi pelaku usaha tentang pembayaran digital, tetapi juga mempromosikan kuliner dan produk unggulan daerah.
Pendampingan UMKM di Kawasan Wisata Muna
Di Kabupaten Muna, implementasi QRIS diperluas hingga ke destinasi wisata Gua Liangkobhori. BI Sultra juga memberikan pendampingan khusus kepada sejumlah pelaku UMKM, termasuk perajin Tenun Masalili, agar bisa mengadopsi sistem pembayaran digital ini.
BI: UMKM Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi menegaskan bahwa sektor UMKM merupakan fondasi perekonomian daerah. Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran harus mampu memberikan nilai tambah nyata bagi para pelaku usaha agar akses pasar mereka semakin luas.
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, digitalisasi pembayaran harus mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha agar semakin mudah menjangkau pasar," ujar Edwin dalam pernyataan resminya, pekan lalu.
QRIS Bukan Sekadar Alat Bayar, tapi Peluang Ekspansi Pasar
Edwin menambahkan, penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan transaksi jual-beli. Lebih dari itu, sistem ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kian mengandalkan pembayaran non-tunai.
"Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak UMKM yang masuk ke dalam ekosistem pembayaran digital," katanya.
Integrasi Digitalisasi, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif
Bank Indonesia menilai bahwa integrasi antara digitalisasi pembayaran dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi strategi penting. Langkah ini diyakini mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor pun akan terus diperkuat untuk mempercepat adopsi QRIS di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.