Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengintensifkan edukasi dan sosialisasi tertib berlalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan sebagai langkah menekan angka lakalantas di wilayah itu. Hingga September 2026, angka kecelakaan turun 22 persen atau berkurang 393 kasus, dari 1.770 menjadi 1.377 kasus. Korban meninggal dunia juga turun 34 persen, dari 292 jiwa menjadi 211 orang.
KENDARI — Kapolda Sultra Irjen Pol Himawan Bayu Aji mengatakan dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memasifkan edukasi tertib berlalu lintas, khususnya di lokasi yang dinilai rawan kecelakaan. Instruksi itu disampaikan saat ditemui di Kendari, Kamis.
Menurut Himawan, pendekatan yang dipakai mengedepankan pelayanan humanis ketimbang penindakan. Petugas diterjunkan langsung ke jalan untuk mengingatkan pengendara soal aturan berkendara.
Mengapa Edukasi Jadi Andalan, Bukan Penindakan
Himawan menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
"Pelayanan yang humanis ini dilakukan dalam rangka mengedukasi masyarakat agar semakin paham tentang tata aturan berkendara di jalan raya. Sebab, di jalan raya ada kepentingan pengguna jalan lain atau pejalan kaki yang harus dihargai, serta rambu-rambu yang wajib dipatuhi," kata Himawan Bayu.
Ia menyebut kesadaran berlalu lintas menjadi tanggung jawab utama jajaran kepolisian, khususnya Korps Lalu Lintas (Polantas).
Angka Kecelakaan Turun 393 Kasus Sepanjang 2026
Polda Sultra mencatat tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang berbanding lurus dengan gencarnya edukasi di lapangan. Hingga September 2026, terjadi penurunan sebesar 22 persen atau berkurang 393 kasus.
"Hingga September 2026, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 22 persen atau berkurang 393 kasus, dari sebelumnya 1.770 kasus menjadi 1.377 kasus," sebut Himawan Bayu.
Angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara juga berhasil ditekan hingga 34 persen. Dari 292 korban jiwa pada periode tahun lalu, turun menjadi 211 orang pada tahun ini.
Lokasi Rawan Jadi Prioritas Pengawasan
Edukasi diprioritaskan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadi kecelakaan. Jajaran kepolisian diminta memasifkan sosialisasi di titik tersebut agar pengendara lebih waspada.
Polda Sultra belum merinci daftar lokasi rawan maupun jadwal pengawasan lanjutan. Namun, instruksi Kapolda memastikan kegiatan edukasi berjalan rutin di seluruh wilayah hukum Polda Sultra.