Pencarian

Bulog Siap Pasok Beras SPHP ke 100 KDKMP Pilot Project Sebelum 20 Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 • 15:12:01 WIB
Bulog Siap Pasok Beras SPHP ke 100 KDKMP Pilot Project Sebelum 20 Oktober 2026
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kesiapan pasokan beras SPHP seusai rapat koordinasi KDKMP di Jakarta.

Perum Bulog menyatakan siap memasok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk sedikitnya 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan menjadi proyek percontohan. Kesiapan pasokan itu disampaikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani seusai rapat koordinasi KDKMP di Jakarta. Pemesanan beras akan dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara dengan menggunakan aplikasi SPHP.

JAKARTA — Bulog menargetkan minimal 100 KDKMP bisa dijadikan pilot project sebelum 20 Oktober 2026. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menentukan lokasi koperasi yang masuk proyek percontohan tersebut.

"Sebelum tanggal 20 Oktober harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project," kata Ahmad Rizal Ramdhani seusai rapat koordinasi KDKMP di Jakarta, Selasa.

Ia berharap jumlah KDKMP yang memperoleh dukungan pada tahap awal bisa melampaui target. "Kalau bisa, lebih dari 100. Lebih banyak lebih bagus," ujarnya.

Pasokan Tidak Dibatasi, Sesuai Permintaan Agrinas

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Bulog siap memenuhi kebutuhan beras SPHP yang disalurkan melalui KDKMP sesuai permintaan. Ahmad menegaskan pihaknya tidak membatasi jumlah pasokan yang disiapkan.

"Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi," ucap Ahmad.

Menurut dia, pemesanan beras SPHP untuk KDKMP dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara dengan menggunakan aplikasi SPHP. "Seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan, itu yang akan kami kirim," ujarnya.

Tambahan Satu Juta Ton untuk Hadapi Paceklik

Tambahan alokasi satu juta ton beras SPHP yang telah diputuskan pemerintah turut dipersiapkan untuk menjaga pasokan pada periode paceklik. Alokasi itu sekaligus menopang perluasan penyaluran melalui KDKMP.

Ahmad menegaskan tambahan satu juta ton tersebut merupakan penambahan alokasi penyaluran beras SPHP, bukan penambahan target penyerapan gabah atau beras oleh Bulog. "Yang satu juta ton penyaluran, bukan penyerapan," katanya.

Pemerintah menyepakati tambahan alokasi itu pada September 2026 untuk menjaga keberlanjutan program setelah realisasi alokasi awal mendekati target. Bulog menyatakan kesiapan menyalurkan tambahan tersebut hingga Maret 2027.

Realisasi SPHP Capai 99,98 Persen dari Target

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran beras SPHP per 23 September 2026 mencapai 827 juta kilogram dari target awal 828 juta kilogram. Capaian itu setara 99,98 persen dari target.

Dari jumlah tersebut, sekitar 16,62 juta kilogram disalurkan melalui KDKMP. KDKMP merupakan salah satu dari sembilan saluran utama penyaluran beras SPHP yang ditetapkan pemerintah.

Saluran lain antara lain pengecer pasar rakyat, ritel modern, Rumah Pangan Kita, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah. Perluasan lewat KDKMP diharapkan mempercepat distribusi beras SPHP hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks