Perjuangan SMK Fortuna Wakatobi Cetak Prestasi dari Bawah Pohon

Penulis: Saiful  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 19:31:00 WIB
Siswa SMK Fortuna Wakatobi belajar bergiliran di ruang kelas sederhana dan bawah pohon.

WAKATOBI — Semangat literasi dan pendidikan vokasi di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menemukan potretnya yang paling kontras di SMK Fortuna Wakatobi. Meski fasilitas belajar jauh dari kata layak, sekolah ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menembus kompetisi tingkat nasional.

Sekolah yang dikelola Yayasan Mandati Jaya Bersatu ini tercatat pernah meraih dana BOS Kinerja Prestasi pada tahun 2023. Capaian tersebut diraih setelah para siswanya aktif memenangi berbagai perlombaan seni dan olahraga, termasuk menjadi finalis Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

“Siswa kami aktif mengikuti berbagai cabang olahraga dan seni, termasuk O2SN sampai menjadi finalis tingkat nasional. Sehingga pada tahun 2023 kami mendapatkan BOS Kinerja Prestasi,” kata Pendiri SMK Fortuna Wakatobi, Jalimu, Kamis (7/5/2026).

Siswa Belajar Bergiliran di Bawah Pohon dan Para-para

Kondisi harian di sekolah ini menuntut kreativitas tinggi dari 13 guru yang mengajar. Dengan jumlah 35 siswa, ruang kelas yang tersedia tidak mampu menampung seluruh aktivitas pembelajaran secara bersamaan. Akibatnya, pihak sekolah menerapkan sistem rotasi penggunaan ruangan antara area indoor dan outdoor.

Saat sebagian siswa menempati ruang kelas sederhana berdinding calsiboard dan beratap seng, sebagian lainnya harus berpindah ke luar. Mereka memanfaatkan para-para bambu hingga keteduhan pohon di sekitar lingkungan sekolah untuk menyerap materi pelajaran.

“Kondisi belajar mengajar saat ini dengan mode gilir atau berebut kelas antara kelas indoor dan outdoor dikarenakan kondisi ruang belajar yang masih kurang memadai dan jauh dari kata layak,” ungkap Jalimu.

Suci, salah satu alumni yang kini telah menyelesaikan jenjang S1, mengenang masa-masa belajarnya dengan rasa bangga. Menurutnya, meski harus belajar di bawah pohon, dedikasi para guru membuat semangat para siswa tidak pernah padam untuk mengejar pengalaman hingga ke luar daerah.

Modal Nekat: Jual Motor Vixion Demi Lahan Sekolah

Keberadaan SMK Fortuna Wakatobi tidak lepas dari pengorbanan personal pendirinya empat tahun silam. Jalimu mengisahkan bahwa sekolah ini lahir dari ambisi untuk menyiapkan sumber daya manusia di sektor pariwisata, mengingat Wakatobi merupakan destinasi unggulan.

Karena keterbatasan ekonomi saat itu, Jalimu terpaksa melepas aset pribadinya demi mendapatkan lahan. Ia menukar tambah satu unit sepeda motor Yamaha Vixion miliknya dan merogoh kocek tambahan sebesar Rp 7 juta agar pembangunan sekolah bisa dimulai.

“Hanya karena semangat untuk membangun pendidikan saja dan modal nekat,” ujar Jalimu mengenang masa awal pendirian sekolah tersebut.

Harapan Dukungan Pemerintah untuk Fasilitas Layak

Hingga saat ini, SMK Fortuna Wakatobi bertahan melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta dukungan beasiswa PIP dan BSM dari pemerintah provinsi. Namun, anggaran tersebut hanya cukup untuk operasional dasar, bukan untuk pembangunan infrastruktur permanen yang memadai.

Pihak sekolah berharap ada intervensi lebih lanjut dari pemerintah maupun pemerhati pendidikan agar para siswa bisa merasakan fasilitas ruang kelas yang manusiawi. Kebutuhan akan ruang praktik juga mendesak mengingat status mereka sebagai sekolah kejuruan bidang pariwisata.

“Harapan terbesar kami saat ini adalah perhatian pemerintah atau semua pemerhati pendidikan sehingga kami bisa belajar di ruangan dan fasilitas yang layak seperti sekolah lain,” tutup Jalimu.

Reporter: Saiful
Sumber: telisik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top