KENDARI — Prof Ruslin tiba di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor UHO, Gedung Rektorat lantai 4, sekitar pukul 12.00 Wita. Ia datang didampingi sejumlah pendukung dan sivitas akademika kampus yang akrab disapa kampus hijau tersebut.
Keputusannya maju kembali dalam Pilrek UHO, kata dia, bukan sekadar ambisi jabatan. Melainkan bentuk pengabdian setelah 32 tahun mengabdikan diri di lingkungan kampus tersebut sejak menjadi mahasiswa pada 1994.
Selama lebih dari tiga dekade, Prof Ruslin telah menempati berbagai posisi. Mulai dari mahasiswa, dosen, hingga akhirnya dipercaya memimpin Fakultas Farmasi sebagai dekan.
“Saya ingin membaktikan tenaga, pikiran, dan hidup saya untuk menjadikan universitas ini semakin dibanggakan oleh sivitas akademika, masyarakat Sulawesi Tenggara, dan Indonesia secara umum,” ujarnya usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Pengalaman panjang di dunia akademik menjadi modal utama yang ia bawa. Ia menilai kematangan ini akan membantunya mendorong UHO lebih kompetitif di tingkat nasional.
Prof Ruslin menyoroti perkembangan Fakultas Farmasi UHO dalam delapan tahun terakhir. Menurutnya, fakultas yang ia pimpin kini semakin berkembang dan memiliki daya saing, baik di regional maupun nasional.
Keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk memperluas kontribusi di level universitas. “Saya lebih siap dari kemarin karena semua telah dipersiapkan lebih matang,” tegasnya saat ditanya soal persiapan menghadapi Pilrek kali ini.
Meski pernah mengikuti kontestasi serupa sebelumnya, ia mengaku tidak ingin terpaku pada hasil masa lalu. Fokusnya kini adalah mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi seluruh tahapan pemilihan.
Di tengah tahapan Pilrek yang mulai berjalan, Prof Ruslin mengajak seluruh sivitas akademika UHO menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya proses pemilihan yang sehat dan bermartabat.
Menurutnya, Pilrek bukan sekadar memilih pemimpin kampus. Momen ini, kata dia, menjadi penentu arah masa depan UHO ke depan.
“Kualitas Pilrek nantinya juga akan terlihat dari sejauh mana rektor terpilih mampu merealisasikan visi dan janji yang disampaikan kepada publik,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan nada rendah hati. “Sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan, sedangkan hasil akhirnya tetap menjadi kehendak Tuhan,” pungkasnya.