Minyak Goreng Langka di Konawe, Ibu Rumah Tangga Terpaksa Berburu Stok hingga ke Kendari Jelang Idul Adha

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:30:24 WIB
Ibu rumah tangga di Konawe kesulitan mendapatkan minyak goreng menjelang Idul Adha.

KONAWE — Keresahan menyelimuti warga Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akibat sulitnya mendapatkan minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir. Para ibu rumah tangga mengaku harus berkeliling dari kios kecil hingga supermarket besar, namun stok barang tetap kosong.

“Sangat sulit mendapatkan minyak goreng saat ini. Di kios, minimarket, hingga toko-toko besar, stoknya nyaris tidak ada,” ujar Sinta, seorang warga Konawe, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Pembelian Dibatasi, Pedagang Makanan Paling Terdampak

Meski beberapa minimarket masih memiliki persediaan, pembelian dibatasi ketat. Konsumen hanya boleh membeli maksimal satu liter per orang. Kebijakan itu dinilai tidak masuk akal bagi mereka yang menggantungkan hidup pada usaha makanan.

“Kalau pun stoknya ada, tidak boleh beli banyak, dibatasi hanya satu liter per orang. Bagi saya yang berjualan, satu liter itu sama sekali tidak cukup,” keluh Sinta.

Pedagang gorengan dan warung makan menjadi pihak yang paling tertekan. Pasokan harian yang terbatas membuat mereka harus mengurangi porsi jualan atau menaikkan harga jual secara sepihak.

Berburu Minyak Goreng hingga ke Kendari

Keterbatasan stok di Konawe memaksa warga mencari alternatif di luar daerah. Hj. Surisda, warga lainnya, mengaku harus menempuh perjalanan ke Kota Kendari demi memastikan ketersediaan minyak goreng menjelang hari raya.

“Saya terpaksa pergi ke Kendari untuk mencari minyak goreng. Bagaimana mau menyambut lebaran, kalau kebutuhan pokok saja sulit didapat di Konawe,” ungkapnya dengan nada kesal.

Biaya transportasi dan waktu tempuh menjadi beban tambahan yang harus ditanggung warga. Mereka berharap situasi ini segera berakhir agar tidak perlu lagi berburu hingga ke luar kabupaten.

Warga Desak Intervensi Pemerintah Daerah

Menghadapi kelangkaan yang berkepanjangan, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe untuk segera turun tangan. Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan diminta mengambil langkah konkret, seperti menggelar operasi pasar atau melakukan intervensi harga.

“Kami butuh kepastian. Jangan sampai Idul Adha terasa hambar karena tidak bisa menggoreng apa pun,” ujar seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan maupun langkah penanganan yang akan diambil. Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat kesulitan yang dialami masyarakat di tengah momen perayaan keagamaan.

Reporter: Yasir
Sumber: rubriksatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top