KENDARI — Polda Sulawesi Tenggara memastikan komitmennya dalam memperbaiki sistem pengelolaan anggaran. Hal ini diwujudkan melalui gelaran Rakernis Fungsi Keuangan tahun 2026 yang baru saja digelar di Kendari.
Kegiatan ini menyasar personel yang bertanggung jawab langsung di bidang keuangan di seluruh satuan kerja (satker) di lingkungan Polda Sultra. Fokus utamanya adalah mendorong tata kelola yang lebih akuntabel dan transparan.
Target utama dari rakernis ini adalah meminimalisir potensi penyimpangan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan. Dengan tata kelola yang baik, diharapkan setiap rupiah anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara optimal.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keuangan menjadi kunci. Para peserta dibekali pemahaman terbaru terkait regulasi dan sistem pelaporan keuangan yang berlaku di institusi Polri.
Tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas lembaga penegak hukum semakin tinggi. Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Polda Sultra berupaya merespons hal ini dengan serius. Melalui rakernis, para pengelola keuangan diingatkan kembali tentang pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan oleh pusat.
Rakernis ini tidak hanya bersifat seremonial. Polda Sultra menargetkan adanya perubahan nyata dalam pola kerja pengelolaan keuangan di setiap satker.
Evaluasi terhadap realisasi anggaran tahun sebelumnya juga menjadi bahasan penting. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menyusun perencanaan anggaran yang lebih matang dan efektif di tahun 2026.
Dengan digelarnya rakernis ini, Polda Sultra berharap tidak ada lagi temuan yang berarti dalam audit keuangan. Semua proses diharapkan berjalan sesuai dengan prinsip Good Governance.