Peringatan ini disampaikan langsung oleh sejumlah teknisi dan forum komunitas penyimpanan data. Mereka menemukan bahwa perangkat berkabel dengan kualitas rendah—terutama yang tidak memiliki perlindungan sirkuit internal—bisa menyebabkan tegangan balik (back voltage) saat dicolok ke NAS. Efeknya, port USB dan komponen di sekitarnya bisa mati total dalam hitungan detik.
Kabel USB generik tanpa ferrite bead atau pelindung EMI adalah ancaman nomor satu. Kabel ini sering dijual murah di marketplace dan tidak lolos sertifikasi standar. Saat dipakai mentransfer data besar, kabel bisa memanas dan mengirim arus tidak stabil ke port NAS.
Hard drive eksternal portabel yang sudah tua atau rusak juga masuk daftar hitam. Banyak pengguna tergiur memanfaatkannya sebagai storage tambahan di NAS, padahal motor drive yang sudah aus bisa menarik arus lebih besar dari batas normal. Dalam kasus ekstrem, ini memicu short circuit di sirkuit NAS.
USB hub murah tanpa power adapter sendiri jadi masalah lain. Saat beberapa perangkat dicolok bersamaan, hub mengambil daya langsung dari port NAS yang hanya dirancang untuk 5V/0.5A—sama sekali tidak cukup. Akibatnya, tegangan drop dan sistem NAS bisa restart atau hang.
Perangkat pendingin USB seperti kipas kecil atau cooling pad juga tidak disarankan. Motor kipas murah sering menghasilkan interferensi elektromagnetik yang mengganggu sinyal SATA atau PCIe di dalam NAS. Data corruption bisa terjadi tanpa gejala yang kentara.
Terakhir, charger atau power bank yang dicolok ke port USB NAS untuk "ngecas" perangkat lain. Ini praktik paling berbahaya karena arus listrik bisa mengalir dua arah. Charger yang tidak kompatibel bisa mengirim tegangan tinggi balik ke motherboard NAS dan langsung menghanguskannya.
Untungnya, tidak semua periferal berbahaya. USB flash drive bermerek seperti SanDisk, Kingston, atau Samsung yang masih baru umumnya aman dipakai asal tidak dipaksa transfer data 24/7. UPS dengan port USB untuk monitoring sinyal juga dirancang khusus dan sudah diuji kompatibilitas oleh vendor NAS seperti Synology atau QNAP.
Prinsipnya sederhana: jangan colok perangkat yang tidak jelas asal-usulnya, apalagi yang sudah menunjukkan gejala fisik seperti kabel mengelupas, casing retak, atau konektor longgar. NAS adalah alat penyimpan data jangka panjang—risiko kerusakan fisik karena kabel murah sama sekali tidak sebanding dengan biaya recovery data yang bisa mencapai belasan juta rupiah.
Bagi pengguna NAS di Indonesia yang sering membeli aksesoris secara online, langkah paling aman adalah membeli kabel dan adaptor dari distributor resmi. Harga mungkin lebih mahal beberapa puluh ribu rupiah, tapi itu premi asuransi paling murah untuk data berharga Anda.