Mobileye Resmi Terjun ke Bisnis Robotaxi, Siapkan 100 Unit di AS Tahun Depan

Penulis: Fajar  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 03:59:01 WIB
Mobileye resmi meluncurkan layanan robotaxi dengan 100 unit armada di AS pada 2025.

SULAWESI TENGGARA — Jakarta — Langkah ini menandai pergeseran strategi besar bagi Mobileye. Selama ini dikenal sebagai pemasok teknologi self-driving ke berbagai pabrikan otomotif, kini mereka ikut bermain langsung sebagai penyedia jasa transportasi. Pengumuman ini disampaikan melalui laporan CarsCoops pada Selasa (16/6) waktu setempat.

Armada Perdana 100 Unit dan Target Ekspansi Besar

Pada tahap awal, Mobileye akan mengoperasikan sekitar 100 kendaraan yang dipasangi berbagai sensor dan perangkat pemindai di bagian atap, depan, serta belakang. Fase pertama ini merupakan uji coba operasional tanpa pengemudi sama sekali.

Jika proyek berjalan mulus, target ambisius sudah disiapkan. Mobileye berencana menambah armada hingga 17.000 unit robotaxi dalam kurun lima tahun ke depan.

Sistem Mobileye Drive dan Integrasi Moovit Jadi Andalan

Seluruh armada akan mengandalkan sistem Mobileye Drive yang dipadukan dengan platform mobilitas Moovit. Teknologi ini mencakup aplikasi untuk pengguna, perencanaan perjalanan multimoda, pusat kendali kendaraan otonom, sistem manajemen armada, hingga integrasi dengan infrastruktur teleoperasi.

Dengan kata lain, Mobileye tidak hanya menjual teknologi, tapi juga mengelola seluruh ekosistem layanan dari ujung ke ujung.

CEO Mobileye Buka Suara soal Peluang di Tengah Dominasi Teknologi

CEO Mobileye, Amnon Shashua, mengatakan meningkatnya minat terhadap mobilitas otonom membuat industri semakin bergantung pada sejumlah kecil penyedia teknologi. Menurutnya, kondisi ini justru membuka peluang bagi pendekatan baru yang didukung oleh kemampuan mengemudi otonom dan kemitraan industri yang sudah dibangun perusahaan selama ini.

“Kondisi tersebut membuka peluang bagi pendekatan baru yang didukung oleh kemampuan mengemudi otonom serta kemitraan industri yang telah dibangun perusahaan,” ujar Shashua dalam pernyataan resmi.

Tak Tinggalkan Peran Lama, Mobileye Tetap Jual Teknologi ke Pabrikan Lain

Meski kini menjadi operator, Mobileye menegaskan tidak akan meninggalkan bisnis intinya. Perusahaan tetap akan memasok teknologi Mobileye Drive kepada produsen otomotif dan operator mobilitas lainnya. Informasi lebih lanjut soal proyek robotaxi ini dijadwalkan diumumkan pada acara Capital Markets Day akhir tahun nanti.

Mobileye juga menyebut akan menggandeng produsen kendaraan yang sudah memiliki platform siap pakai untuk teknologi kendaraan otonom.

Persaingan Robotaxi Makin Panas: Tesla, Waymo, hingga Uber Bersiap

Langkah Mobileye kian meramaikan sektor robotaxi yang sudah dihuni pemain besar. Tesla dan Waymo milik Google sudah lebih dulu beroperasi, disusul Zoox yang berada di bawah Amazon. Uber juga tengah menyiapkan armada hingga 50.000 kendaraan berbasis Rivian R2 dan Lucid Gravity.

Dengan masuknya Mobileye, persaingan penyedia layanan transportasi tanpa pengemudi dipastikan semakin ketat—baik dari sisi teknologi maupun skala operasional.

Reporter: Fajar
Sumber: otomotif.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top