Uni Eropa Paksa Buka Akses Android & Data Pencarian Google, Rival AI Assistant Diuntungkan

Penulis: Yasir  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 09:25:01 WIB
Uni Eropa menetapkan dua keputusan yang mewajibkan Google membuka akses Android dan data pencarian kepada pihak ketiga, termasuk pengembang asisten AI.

SULAWESI TENGGARA — Uni Eropa resmi menjatuhkan dua keputusan yang mewajibkan Google membuka akses Android dan data pencarian ke perusahaan lain, termasuk pengembang asisten AI. Langkah ini merupakan bagian dari regulasi Digital Markets Act (DMA) yang menetapkan Google sebagai "gatekeeper" atau penguasa pasar digital.

Isi Regulasi: Data Pencarian & Akses Android

Keputusan pertama mewajibkan Google berbagi data pencarian (Search data) dengan pihak ketiga, tidak hanya mesin pencari lain tetapi juga layanan AI chatbot. Perusahaan seperti OpenAI dan Microsoft masuk dalam daftar penerima data ini. Google harus mulai memenuhi kewajiban tersebut paling lambat Januari 2027.

Keputusan kedua menyasar sistem Android. Uni Eropa menuntut Google memberikan level akses yang sama kepada asisten AI pihak ketiga—seperti ChatGPT, Claude, dan lainnya—seperti yang saat ini dinikmati Gemini. Sebagai aplikasi bawaan sistem, Gemini memiliki akses lebih luas ke Android, termasuk kemampuan berinteraksi dengan aplikasi lain, mengontrol perangkat keras ponsel, dan menjalankan fitur "Hey Google" di latar belakang secara terus-menerus.

Kekhawatiran Google: Privasi & Keamanan Terancam

Google menolak keputusan ini. Dalam pernyataan resmi di blog The Keyword, perusahaan mengkhawatirkan dampak negatif terhadap privasi dan keamanan pengguna Eropa.

"Kenyataannya, asisten AI sudah bisa mengakses kemampuan Android dengan aman, di mana produsen ponsel memainkan peran penting dalam memverifikasi mereka. Keputusan Android ini mengancam keamanan perangkat dengan memberikan izin sistem yang sensitif dan kuat kepada aplikasi eksternal tanpa perlindungan yang memadai," tulis Google.

Perusahaan juga menyoroti risiko paparan data pribadi. "Pencarian pribadi warga Eropa akan terekspos ke perusahaan yang tidak dikenal, tanpa anonimisasi data yang memadai dan tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna. Ini akan melemahkan privasi warga, membahayakan rahasia dagang bisnis, dan membahayakan keamanan nasional," lanjut pernyataan tersebut.

Dampak untuk Pengembang & Pengguna Android

Saat ini, asisten AI pihak ketiga sudah bisa mengimplementasikan fitur serupa Gemini, tetapi hasilnya tidak optimal. Mereka tidak memiliki akses sistem yang setara dengan aplikasi bawaan. Jika regulasi ini diterapkan, pengembang seperti OpenAI dan Anthropic bisa menghadirkan integrasi yang lebih dalam—misalnya kontrol perangkat keras langsung dan interaksi lintas aplikasi—tanpa harus bergantung pada izin khusus dari produsen ponsel.

Google menekankan bahwa produsen ponsel selama ini berperan sebagai pintu gerbang keamanan untuk memverifikasi aplikasi pihak ketiga. Tanpa lapisan verifikasi ini, perangkat Android rentan terhadap penyalahgunaan izin sistem.

Jadwal Implementasi

Google memiliki tenggat waktu hingga Januari 2027 untuk melakukan perubahan pada sistem berbagi data pencarian. Sementara itu, perubahan terkait akses Android harus selesai pada Juli 2027. Masih ada waktu sekitar tiga tahun bagi Google untuk menyesuaikan sistem atau mengajukan banding atas keputusan ini.

Keputusan Uni Eropa ini akan berdampak langsung pada pengguna Android di kawasan tersebut. Jika diterapkan, pengguna Eropa bisa menggunakan asisten AI pilihan mereka dengan level akses yang sama seperti Gemini. Namun, konsekuensi privasi dan keamanan masih menjadi perdebatan antara regulator dan Google.

Reporter: Yasir
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top