KOLAKA — Senior Coordinator Community Development PT Vale Indonesia IGP Pomalaa Charles Cristian mengatakan sosialisasi tersebut merupakan pilar kesehatan dalam program ESG perusahaan. Menurutnya, kesehatan menjadi modal utama pembangunan desa.
"Jika ada anggota keluarga terutama yang menjadi tulang punggung jatuh sakit, maka produktivitas ekonomi dan pendapatan keluarga akan langsung terhambat," kata Charles di Kolaka, Kamis.
Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir, mengungkapkan kasus DBD di wilayahnya cukup meresahkan. Bahkan, beberapa warga harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit tersebut.
"Kami sangat berterima kasih atas pemahaman yang diberikan kepada masyarakat terkait pola hidup bersih ini. Harapan kami, program seperti ini bisa terus berlanjut," ujar Muslipang.
Ia menyoroti peran krusial ibu rumah tangga dalam mengelola sampah domestik. Menurutnya, kaum ibu paling sering bersentuhan langsung dengan sampah rumah tangga sehingga menjadi garda terdepan memutus rantai penularan penyakit.
Kepala Puskesmas Pomalaa Armayanti menyatakan kegiatan yang diinisiasi PT Vale memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat. Pihaknya menargetkan penekanan angka kematian akibat DBD.
"Tujuan utama kami melakukan sosialisasi adalah menekan angka kematian yang disebabkan oleh DBD. Kuncinya berada pada tindakan pencegahan melalui kebersihan lingkungan," tuturnya.
Pemerintah Kecamatan Pomalaa mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran mandiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pihak kecamatan menyarankan adanya gerakan kerja bakti massal untuk pembersihan sarang nyamuk secara berkala.
Pembersihan sarang nyamuk itu rencananya akan didukung oleh pihak perusahaan. Langkah ini diharapkan menjadi tindak lanjut nyata pasca-sosialisasi agar pencegahan DBD berjalan berkelanjutan.