Messi di Usia 39 Tahun Masih Dominan di Piala Dunia 2026, Bukti GOAT Tak Lekang Waktu

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 16:46:31 WIB
Lionel Messi mengoleksi delapan gol dan menciptakan 34 peluang sepanjang Piala Dunia 2026.

JAKARTA — Torehan delapan gol dan 34 peluang yang diciptakan Lionel Messi sepanjang Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap tampil gemilang. Ia kini bersaing ketat dengan Kylian Mbappe yang juga mengoleksi delapan gol, sekaligus unggul dari Erling Haaland, Vinicius Junior, Harry Kane, dan Lamine Yamal.

Yang lebih mencengangkan, Messi tidak hanya tajam di depan gawang. Peran vitalnya untuk Argentina nyaris tak masuk akal untuk pemain seusianya. Ia menjadi pencipta peluang terbanyak untuk Albiceleste, melebihi catatan Kane, Mbappe, dan Yamal yang menjadi andalan tim masing-masing. Statistik umpan silangnya juga memimpin, dengan 41 umpan, unggul dari Alex Baena (37), Declan Rice (36), dan Ousmane Dembele (25).

Bagaimana Messi Bertahan dari Kawalan Ketat Lawan?

Stamina Messi memang sudah terkikis dan gerakannya tak secepat dulu. Namun, ia tetap menjadi momok bagi bek lawan. Dalam semifinal melawan Inggris, ia mampu melewati Kane, Jude Bellingham, dan Elliot Anderson dalam satu serangan, hingga Anderson terpaksa melanggar keras dan diganjar kartu kuning. Tim lawan sering mengerahkan lebih dari dua pemain untuk menghentikannya, namun Messi tetap bisa membebaskan diri.

Dari sisi distribusi bola, Messi juga tampil superior. Ia mencatat 154 pergerakan antarlini, melampaui bek tengah Prancis Dayot Upamecano yang hanya 150 manuver. Dalam urusan assist, ia hanya kalah dari gelandang serang Prancis Michael Olise (5 assist berbanding 4 assist). Sementara dalam membawa bola dari daerah sendiri untuk menembus pertahanan lawan, Messi hanya kalah dari kiper Inggris Jordan Pickford dan bek Spanyol Aymeric Laporte.

Teladan bagi Junior, Kunci Kesuksesan Timnas Argentina

Kerja keras dan totalitas Messi selama ini telah menjadi teladan efektif bagi pemain Argentina lainnya. Ia mendapatkan respek optimal di dalam tim, yang membantunya memiliki rekan setim ideal yang bergerak dalam ritme dan visi yang ia inginkan. Tim yang bebas dari rasa iri hati ini membuat tugas Messi meraih trofi menjadi lebih mudah.

Butuh waktu lama bagi Messi untuk mendapatkan tim seperti yang ia miliki di Barcelona dulu. Baru pada 2021 dan 2022, ia akhirnya mempersembahkan Copa America dan Piala Dunia untuk Argentina, setelah debut bersama timnas pada 2005. Kini, ia kembali memimpin Argentina di Piala Dunia 2026 dengan performa yang tak lekang oleh waktu.

Reporter: Sutomo
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top