SULAWESI TENGGARA — Snips, perusahaan teknologi yang fokus mengolah ulang konten TV dan film, mengumumkan kemitraan strategis pertamanya dengan dua raksasa industri hiburan global. Kesepakatan ini menandai langkah besar Snips dalam merambah pasar konten vertikal untuk audiens mobile.
Beberapa judul ternama yang akan diadaptasi menjadi mikroseri vertikal antara lain 'Big Brother', 'MasterChef', 'The Fall' yang dibintangi Gillian Anderson dan Jamie Dornan, serta 'Humans' dengan Gemma Chan dan Colin Morgan. Tak ketinggalan, 'Flowers' (Olivia Colman), 'Gracepoint' (David Tennant), 'Gunpowder' (Kit Harington), 'Merlin' (Colin Morgan dan Bradley James), dan 'Two Weeks to Live' juga masuk dalam daftar.
Banijay Rights merupakan cabang distribusi global dari Banijay Entertainment, sementara BIG Media dikenal sebagai produser unscripted lewat acara seperti 'Inside the CIA: Secrets & Spies' dan 'Truthseekers'.
Snips menggunakan program proprietary bernama "AI Film Director" untuk menyunting ulang materi asli. Setiap judul akan dipangkas menjadi sekitar 60 episode yang masing-masing berdurasi 45 detik hingga dua menit, dengan mempertahankan alur cerita utama dan ditutup cliffhanger di setiap episodenya.
Perusahaan menargetkan produksi puluhan judul per pekan dan ribuan judul per tahun. Saat ini, Snips sudah memiliki lebih dari 250 judul yang siap didistribusikan.
Banijay dan BIG Media tetap memegang penuh hak kekayaan intelektual atas konten mereka. Snips akan berbagi pendapatan yang diperoleh dari pengguna platform vertikalnya dengan para mitra distribusi tersebut.
Kerja sama ini juga menjadi ajang uji coba bagi kedua belah pihak untuk memahami perilaku penonton mobile. "Snips punya kemampuan teknologi untuk membawa katalog sebesar milik kami ke audiens mobile dengan cepat, memasarkan setiap judul secara cerdas, dan memberi transparansi judul per judul soal performa konten," ujar Shaun Keeble, VP Digital Banijay Rights.
Berbeda dengan pemain lain di ruang vertikal yang gencar memproduksi konten orisinal, Snips justru memilih fokus pada distribusi. "Memproduksi konten orisinal akan menempatkan kami dalam posisi bersaing dengan studio yang justru menjadi mitra kami. Studio tetap menjadi pendongeng, dan Snips adalah platform yang membawa karya mereka ke ponsel," demikian pernyataan perusahaan.
Bagi BIG Media, langkah ini membuka lini pendapatan baru dari aset yang sudah mereka miliki. Danny Wilk, Presiden dan Co-founder BIG Media, menambahkan, "Kami sudah memproduksi konten orisinal selama 17 tahun dan punya ratusan judul unscripted yang bisa menjangkau audiens mobile. Data per judul memungkinkan kami melihat apa yang berhasil seiring berjalannya waktu."
Snips berencana mengumumkan mitra konten tambahan dalam beberapa bulan mendatang seiring berkembangnya pasar mikroseri vertikal.