SULAWESI TENGGARA — Penyanyi asal Amerika Serikat Role Model merilis album studio ketiganya, Chuck Timely & the Hourglass, dan langsung memulai tur dunia Chuck On Tour. Pria 29 tahun bernama asli Tucker Harrington Pillsbury itu mengaku sengaja membangun pertunjukan panggung tanpa naskah dan tanpa koreografi yang direncanakan. Ia juga menyiapkan debut aktingnya dalam film garapan Lena Dunham bertajuk Good Sex.
Role Model menegaskan bahwa pertunjukan live-nya bukan konser yang serba rapi dan terencana. Ia justru merasa lebih nyaman ketika panggung dibiarkan berjalan apa adanya, tanpa bit atau momen yang sudah disusun sebelumnya.
"Orang-orang yang pernah menonton pertunjukan saya tahu ini bukan pertunjukan yang sempurna, tidak ada yang direncanakan dan tidak ada yang sempurna dari pertunjukan itu," ujar Role Model kepada The Hollywood Reporter melalui Zoom dari rumahnya di Los Angeles, beberapa hari sebelum Chuck On Tour dimulai.
"Kalau harus ada semua bit dan momen yang direncanakan itu, saya akan gugup karena saya tidak bagus dalam hal seperti itu," tambahnya.
Sebelum dikenal sebagai musisi, Tucker Harrington Pillsbury menempuh pendidikan film di Point Park University, Pittsburgh. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan tampil di atas panggung dengan namanya menyala sebagai bintang utama.
Perkenalannya dengan musik dimulai secara tidak sengaja saat masih kuliah. Ia menemukan teman-teman sekampus yang merekam lagu sendiri di kamar asrama hanya bermodal mikrofon dan perangkat lunak Logic.
"Mereka bilang, 'Kamu harus coba tulis lagu dan coba saja.' Saya melakukannya dan langsung jatuh cinta," kenangnya.
Titik balik terjadi pada 2017 ketika lagu pertamanya di bawah nama Role Model, "Cocaine Babe," menyebar di SoundCloud. EP debutnya, Arizona in the Summer, rilis di tahun yang sama dan menarik perhatian rapper mendiang Mac Miller. Mac Miller membantunya mengubah hobi menjadi karier serius, yang berujung pada kontrak dengan Interscope Records.
Album Chuck Timely & the Hourglass dirilis pada Agustus lalu, hampir satu dekade setelah Role Model pertama kali muncul di SoundCloud. Konsep album ini sebenarnya sudah ia simpan sejak lama, berawal dari keinginan membuat proyek rahasia bersama grup bernama Chuck Timely and the Hourglass Band tanpa memberi tahu labelnya.
"Itu tidak pernah terjadi. Lalu saya berpikir, 'Tunggu, ini nama yang bagus untuk album,'" ujarnya.
Meski tidak pernah benar-benar memakai nama samaran Chuck, Role Model dan tim produksinya tetap menjiwai karakter fiktif tersebut selama proses kreatif. Setiap hari di studio selama berbulan-bulan, mereka hanya membicarakan Chuck dan mengarang cerita tentangnya.
"Kami merujuk pada manusia yang tidak ada di studio, seperti, 'Oh itu khas Chuck' atau 'Itu tone gitar khas Chuck.' Itu membuat prosesnya menyenangkan," katanya.
Album keduanya, Kansas Anymore, mendapat sambutan baik dan membuatnya melihat generasi muda terhubung dengan musik bergaya Tom Petty, Neil Young, dan musisi besar Americana lain. Dari situ ia masuk ke album ketiga dengan kejelasan arah: bagaimana mengangkatnya ke level berikutnya.
Role Model menyebut Americana sebagai palet luas yang ia sukai, terutama karena unsur musik live di dalamnya. Ia tertarik pada sentuhan yacht rock era 1970-an, khususnya cara memainkan kibor, lalu menggabungkannya dengan tone gitar country dan gaya petikan ala Dire Straits untuk memberi kesan lebih mudah menari.
Perubahan citra menjadi bagian penting dalam era baru ini. Role Model meninggalkan sepatu bot koboi dan topinya, lalu beralih ke kacamata hitam dengan karakter pria mabuk yang ia sebut aneh dan menyedihkan.
"Saya rasa setiap album memang semacam rebranding. Kansas Anymore adalah rebranding besar dari sisi suara dan segalanya. Yang ini sedikit berbeda, lebih ke citra," jelasnya.
Untuk memicu kreativitas, ia melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Selama beberapa bulan sebelum membuat lagu, ia menyusun playlist khusus berisi referensi musik yang ia incar, plus mood board untuk video musik, pakaian, dan kacamata.
Selain tur dan album, Role Model tengah bersiap untuk debut aktingnya dalam film Good Sex garapan sutradara Lena Dunham. Jadwal ini membuatnya harus menyeimbangkan tiga hal sekaligus: album baru, tur global, dan syuting film.
Ia mengaku tidak masalah dengan tekanan tersebut. Bagi Role Model, bekerja dengan cara mengikuti alur dan menerima apa yang datang justru lebih efektif dibanding perencanaan ketat.
Dengan modal tiga EP, dua album sebelumnya, dan sejumlah lagu viral seperti "Blind" dan "Hello!", Role Model kini melangkah ke babak baru kariernya di usia 29 tahun. Tur Chuck On Tour yang sudah berjalan menjadi panggung pertama bagi materi album ketiganya sebelum ia menyeberang ke layar lebar.