Pencarian

Banjir Rendam 153 Rumah di Kendari, BPBD Kirim Bantuan ke 317 Jiwa

Senin, 11 Mei 2026 • 14:20:29 WIB
Banjir Rendam 153 Rumah di Kendari, BPBD Kirim Bantuan ke 317 Jiwa
BPBD Provinsi Sultra mengirim bantuan air bersih kepada 317 jiwa terdampak banjir di Kendari.

KENDARIBanjir melanda kawasan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, sejak Sabtu malam. Ratusan warga terpaksa mengungsi atau bertahan di lantai dua rumah. Berdasarkan data tim lapangan, banjir berdampak pada 178 kepala keluarga atau 317 jiwa yang tersebar di lima rukun tetangga (RT): RT 03, RT 10, RT 12, RT 13, dan RT 14.

Kepala BPBD Provinsi Sultra, La Ode Saifuddin, menyatakan prioritas utama adalah pemenuhan air bersih. Pasokan ini krusial karena sumber air warga tercemar lumpur banjir.

Perahu Karet Disiagakan untuk Evakuasi

BPBD berkoordinasi dengan Basarnas untuk menyediakan perahu karet. Alat ini digunakan mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah menuju titik penerimaan bantuan dan dapur umum.

"Masyarakat membutuhkan perahu karet untuk proses evakuasi menuju titik-titik penerimaan logistik maupun dapur umum yang telah disiapkan oleh Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Sultra," jelas Saifuddin saat ditemui di Kendari, Minggu.

Pendistribusian Bantuan Berdasarkan Data Lapangan

Saifuddin menegaskan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan berdasarkan data riil dari laporan yang masuk ke BPBD Provinsi. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Kota Kendari untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

"Untuk kegiatan hari ini, kita sudah menyiapkan beberapa peralatan, terutama air bersih karena itu yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kemudian logistik juga sudah kami siapkan barang stoknya sesuai jumlah KK yang mengalami musibah," ujar Saifuddin.

Debit Air Mulai Berkurang, Personel Masih Siaga

Personel BPBD bersama Dinas Sosial bersiaga di lokasi terdampak sejak Sabtu malam. Mereka memantau fluktuasi debit air dan memastikan keamanan warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.

"Tadi malam kami standby sampai jam 12 malam. Insya Allah, hari ini kita harapkan debit air mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya," tambah Saifuddin.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sejumlah titik di Kelurahan Lepo-Lepo. Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas sehari-hari bisa kembali normal.

Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks