Pencarian

52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak Goreng Disalurkan ke 6 Daerah Banjir di Sultra, Kendari Jadi Pusat Distribusi

Kamis, 14 Mei 2026 • 13:33:01 WIB
52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak Goreng Disalurkan ke 6 Daerah Banjir di Sultra, Kendari Jadi Pusat Distribusi
Proses pengemasan ulang bantuan pangan di gedung eks media center Rumah Jabatan Wali Kota Kendari.

KENDARI — Bantuan pangan dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) mulai dikeluarkan dari gudang Bulog dan dipindahkan ke gedung eks media center Rumah Jabatan Wali Kota Kendari untuk pengemasan ulang. Proses ini dilakukan agar bantuan bisa segera disalurkan ke masyarakat terdampak banjir di enam daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menyatakan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama di tengah kondisi banjir yang masih terjadi di sejumlah titik. “Ini bentuk gerak cepat pemerintah membantu masyarakat terdampak banjir. Pangan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Bantuan Dihitung Per Jiwa, Bukan Per Kepala Keluarga

Setiap warga terdampak menerima jatah 2,1 kilogram beras. Jumlah total yang diterima satu rumah tangga bergantung pada banyaknya jiwa yang tinggal di dalamnya. Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, menjelaskan mekanisme ini diterapkan agar distribusi lebih tepat sasaran.

“Kalau ada 10 jiwa dalam satu rumah maka menerima 21 kilogram beras. Kalau tiga jiwa mendapat 6,3 kilogram. Jadi penyaluran harus menyesuaikan data korban banjir,” kata Nismawati.

Enam Daerah Terdampak, Proses Distribusi Bertahap

Bantuan disalurkan serentak melalui gudang Bulog di masing-masing daerah. Enam wilayah yang menerima meliputi Kota Kendari, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara. Pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap mendapat bantuan secara bertahap berdasarkan data korban di tiap wilayah.

Salah satu tantangan di Kota Kendari adalah beras dari Bulog yang masih dikemas dalam karung ukuran 50 kilogram. Petugas harus memisahkan dan mengemas ulang sesuai jumlah penerima di tingkat kelurahan dan RT sebelum akhirnya disalurkan melalui Dinas Sosial setempat.

Mengapa Kendari Jadi Pusat Distribusi?

Kota Kendari ditetapkan sebagai titik utama karena menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir. Selain itu, infrastruktur gudang Bulog dan akses logistik di ibu kota provinsi memungkinkan proses pemindahan dan pengemasan ulang berjalan lebih cepat. Pemerintah pusat menginstruksikan penyaluran dilakukan pada hari yang sama setelah bantuan dikeluarkan dari gudang.

Bagikan
Sumber: kendariinfo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks