KENDARI — Mutasi jabatan di tubuh Polri kembali terjadi di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara. Brigjen Pol Budi Hermawan kini resmi mengemban amanah sebagai Wakapolda Sultra, menggantikan Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan.
Pergantian ini merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi yang rutin dilakukan oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan sendiri telah mendapatkan penugasan baru di luar struktur Polda Sultra.
Proses Serah Terima Jabatan Wakapolda Sultra
Proses serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Sulawesi Tenggara berlangsung di Markas Polda Sultra, Kendari. Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra dan dihadiri oleh para pejabat utama serta perwira di lingkungan Polda Sultra.
Dalam sambutannya, Kapolda Sultra menekankan bahwa mutasi adalah hal yang wajar dalam tubuh institusi Polri. Prosesi sertijab menjadi simbol bahwa estafet kepemimpinan telah resmi berpindah dan tugas-tugas kedinasan harus segera berjalan tanpa hambatan.
Jejak Karier dan Penugasan Brigjen Pol Budi Hermawan
Brigjen Pol Budi Hermawan bukanlah sosok baru di lingkungan kepolisian. Sebelum bertugas di Sultra, ia telah mengemban sejumlah jabatan strategis di berbagai satuan kerja. Pengalaman luas di bidang operasional dan manajemen kepolisian menjadi modal utama dalam mengemban tugas sebagai orang nomor dua di Polda Sultra.
Sementara itu, Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sultra, kini harus menjalani penugasan baru di tempat lain. Mutasi ini merupakan bagian dari pola pembinaan karier untuk memberikan pengalaman dan tantangan baru bagi setiap perwira.
Apa Tugas Utama Wakapolda Sultra Selanjutnya?
Dengan jabatan barunya, Brigjen Pol Budi Hermawan akan membantu Kapolda Sultra dalam memimpin dan mengendalikan seluruh satuan tugas di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara. Fokus utama ke depan adalah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama menjelang berbagai agenda nasional dan daerah.
Polda Sultra sendiri terus berupaya meningkatkan kinerja dalam pelayanan publik, penegakan hukum, serta pengelolaan sumber daya manusia. Kehadiran Wakapolda yang baru diharapkan mampu memberikan warna baru dan akselerasi positif bagi institusi.
Pergantian pejabat di tubuh Polri, khususnya di tingkat Polda, merupakan mekanisme organisasi yang lazim. Hal ini bertujuan untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan baik dan setiap perwira mendapatkan pengalaman yang memadai di berbagai medan tugas.