Pencarian

TPA Puuwatu Kewalahan, Gunungan Sampah Mulai Mengintai Sudut-Sudut Kota Kendari

Senin, 29 Juni 2026 • 23:40:01 WIB
TPA Puuwatu Kewalahan, Gunungan Sampah Mulai Mengintai Sudut-Sudut Kota Kendari
Gunungan sampah mulai terlihat di beberapa sudut Kota Kendari akibat keterbatasan pengelolaan TPA Puuwatu.

KENDARI — Pemandangan gunungan sampah di sudut-sudut Kota Kendari bukan lagi barang langka. Bau menyengat dan saluran air tersumbat menjadi menu harian yang dikeluhkan warga, terutama di kawasan pasar, permukiman padat, dan destinasi umum. Persoalan ini, menurut sejumlah pengamat, bukan sekadar ulah warga yang membuang sampah sembarangan, melainkan cerminan kegagalan sistem pengelolaan dari hulu ke hilir.

TPA Puuwatu Terbebani, Armada Pengangkut Tak Cukup

Volume sampah di Kendari terus membengkak seiring laju urbanisasi dan pertumbuhan sektor rumah tangga, perhotelan, hingga rumah kos. Namun, infrastruktur pengelolaan tak mampu mengejar. TPA Puuwatu disebut-sebut kian kewalahan, sementara keterbatasan armada angkut dan personel lapangan membuat ritme penjemputan sering molor. Akibatnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di berbagai titik tak pernah sepi dari tumpukan limbah.

Bukan Hanya Soal Perilaku Warga, Tapi Sistem yang Belum Rampung

Banyak pihak menuding rendahnya kesadaran masyarakat sebagai biang kerok. Namun, tudingan itu dinilai terlalu dangkal. Edukasi soal dampak sampah—mulai dari banjir bandang hingga pencemaran Teluk Kendari—belum tuntas menjangkau seluruh lapisan. Di sisi lain, Pemerintah Kota Kendari dinilai belum optimal dalam menyediakan infrastruktur pendukung, seperti penguatan armada, perluasan jangkauan layanan, dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di tingkat kecamatan.

Bank Sampah dan Ekonomi Sirkular Jadi Salah Satu Jalan Keluar

Revitalisasi program Bank Sampah di setiap kelurahan dinilai bisa menjadi solusi jangka pendek yang efektif. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah rumah tangga tidak lagi berakhir di TPA, melainkan diubah menjadi sumber daya bernilai rupiah. “Bank Sampah bisa mengubah stigma limbah menjadi rupiah, sekaligus mereduksi volume sampah yang berakhir di TPA Puuwatu,” tulis salah satu analisis dalam bahan yang diterima redaksi.

Selain itu, masyarakat didorong untuk membatasi plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan anorganik dari dapur, serta membuang sampah pada jam yang telah ditentukan. Langkah-langkah kecil ini disebut bisa berdampak masif jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen kota.

Darurat Sampah Bisa Melumpuhkan Kota, tapi Masih Ada Harapan

Jika ritme penumpukan dan keterbatasan infrastruktur terus dibiarkan, Kendari bukan tidak mungkin akan lumpuh akibat krisis sampah di masa depan. Namun, sejumlah pihak optimistis kondisi ini masih bisa dicegah. Syaratnya, ada sinergi konkret antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah diminta tak hanya memasang spanduk imbauan, tetapi turun langsung mendampingi warga membiasakan memilah sampah. Sementara warga tak bisa lagi memaklumi kebiasaan membuang sampah sembarangan sebagai hal biasa.

Kota yang bersih, kata para pegiat lingkungan, tidak diukur dari megahnya gedung, melainkan dari sejauh mana warganya peduli terhadap lingkungan. “Sampah kita, tanggung jawab kita,” demikian salah satu pesan yang mengemuka dari persoalan ini.

Bagikan
Sumber: rubriksatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks