KENDARI — Ketua Senat UHO Kendari, Prof. Jamili, mengumumkan tiga besar kandidat rektor setelah rapat senat tertutup di Gedung Rektorat, Jumat. Rapat berlangsung dua jam dan diikuti 48 anggota senat. Proses pemungutan suara dijaga ketat oleh petugas keamanan kampus, aparat kepolisian, dan TNI.
Prof. Ida Usman memimpin perolehan suara dengan 15 suara. Disusul Prof. Takdir Saili dengan 11 suara, dan Dr. Herman dengan 10 suara. Tujuh bakal calon lainnya mendapat suara lebih rendah, sementara satu suara dinyatakan abstain.
Siapa Saja Kandidat yang Lolos?
Ketiga nama yang lolos akan menjalani penelusuran rekam jejak, pemeriksaan berkas administrasi, dan wawancara di Kemendikti Saintek. Setelah evaluasi kementerian rampung, Senat UHO bersama pihak kementerian menggelar pemungutan suara final.
Bagaimana Bobot Suara Penentuan Rektor?
Rektor terpilih ditentukan dari akumulasi suara gabungan. “Proporsinya 65 persen hak suara senat dan 35 persen hak suara menteri,” ujar Prof. Jamili. Mekanisme ini memastikan keputusan akhir melibatkan suara akademik dan pemerintah pusat.
Sementara itu, tujuh bakal calon yang tidak lolos tiga besar masing-masing: Prof. Edi Karno (5 suara), Prof. Ruslin (3 suara), Prof. La Ode Santiaji (2 suara), Prof. Yusuf Sabilu (1 suara). Sedangkan Prof. Ma’ruf Kasim, Dr. Muliddin, dan Prof. Baru Sadarun tidak memperoleh suara.
Proses Pemilihan Berlangsung di Bawah Pengawalan
Rapat senat tertutup ini mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan kampus yang dibantu aparat kepolisian dan TNI. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap kondusif dan tertib selama proses penyaringan berlangsung.