MUNA — Ribuan warga dan aparatur sipil negara (ASN) memadati lokasi Gerakan Makan Jagung yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna, Minggu (2/8/2026). Antusiasme itu terlihat dari habisnya 643 dulang makanan tradisional berbahan jagung yang disajikan panitia.
Kegiatan ini tidak sekadar ajang kuliner, melainkan menjadi panggung promosi program unggulan daerah. Bupati Muna, Bachrun Labuta, hadir didampingi Wakil Bupati La Ode Asrafil Ndoasa serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Jadi Agenda Tahunan, Bupati Sebut Jagung Primadona Ekonomi Muna
Bachrun menegaskan bahwa Gerakan Makan Jagung akan dijadikan agenda tahunan. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat membuktikan bahwa komoditas jagung masih menjadi primadona di Bumi Sowite.
"Dengan antusiasnya masyarakat, menandakan bahwa jagung masih jadi primadona," kata Bachrun dalam sambutannya.
Ia meyakini gerakan ini mampu menghidupkan sektor riil, mulai dari petani, pedagang, hingga pelaku usaha kuliner lokal. "Dengan menanam jagung juga dapat menghidupkan sektor peternakan," sebutnya.
Dihadiri Anggota DPR RI dan DPD RI, Ini Deretan Pejabat yang Hadir
Acara yang digelar di Muna ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, serta anggota DPD RI, Wa Ode Rabia Al Adawia dan Umar Bonte. Kehadiran para legislator tersebut menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, tampak hadir Wakil Bupati Muna Barat (Mubar), Ali Basa, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Mubar, Ibrahim Rasimu. Perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pangan Nasional juga turut menyaksikan langsung jalannya acara.
Dampak Ekonomi Langsung Terasa ke Pasar Desa
Menurut Bachrun, efek dari gerakan ini tidak hanya berhenti di lokasi acara. Ia menilai perputaran uang dari kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi di pasar kabupaten hingga ke tingkat desa.
"Dengan kegiatan itu pula, ia menilai masyarakat, khususnya pedagang, yang merasakan dampaknya. Pasar kabupaten hingga desa pun menjadi ramai," terangnya.
Program Industrialisasi JATI yang digaungkan Pemkab Muna ini dirancang untuk mengintegrasikan sektor pertanian jagung dengan peternakan dan perikanan. Dengan begitu, nilai tambah dari setiap komoditas bisa dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.