Pencarian

Tiga Jaringan Bioskop Terbesar AS Dukung Merger Paramount-Warner Bros Discovery Senilai US$111 Miliar

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:09:59 WIB
Tiga Jaringan Bioskop Terbesar AS Dukung Merger Paramount-Warner Bros Discovery Senilai US$111 Miliar
Tiga jaringan bioskop terbesar di Amerika Serikat, yaitu AMC Theatres, Regal Cinemas, dan Cinemark, menyatakan dukungannya terhadap merger Paramount-Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar.

SULAWESI TENGGARA — Konsolidasi industri hiburan Hollywood mendapat angin segar. Cinemark, jaringan bioskop terbesar ketiga di Amerika Serikat, resmi bergabung dengan AMC Theatres dan Regal Cinemas untuk mendukung akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance. Nilai kesepakatannya mencapai US$111 miliar atau sekitar Rp1.700 triliun.

Keputusan ini diumumkan pada Selasa (18/8) dan langsung mengubah peta dukungan industri eksibisi film terhadap salah satu merger terbesar dalam sejarah Hollywood.

Komitmen 30 Film per Tahun Jadi Kunci Kesepakatan

Dukungan Cinemark tidak datang tanpa syarat. Jaringan bioskop yang berbasis di Texas ini menegaskan bahwa persetujuan diberikan setelah Paramount Skydance menuangkan janji-janjinya ke dalam komitmen tertulis yang mengikat.

"Keberhasilan berkelanjutan industri kami membutuhkan ekosistem bioskop yang sehat, yang didukung studio dan perusahaan eksibitor yang sehat secara finansial," kata Cinemark dalam pernyataan resminya, dikutip dari Variety.

"Sekaligus mampu menciptakan, mendistribusikan, dan menayangkan film-film berkualitas tinggi kepada konsumen di seluruh dunia," lanjut pernyataan tersebut.

Komitmen utama yang menjadi syarat adalah kewajiban merilis minimal 30 judul film baru setiap tahun. Paramount juga harus mempertahankan penayangan film di layar bioskop selama minimal 45 hari sebelum dipindahkan ke platform streaming.

Benturan dengan Gugatan Antimonopoli 12 Negara Bagian

Langkah Paramount ini dirancang untuk meredam gugatan antimonopoli dari jaksa agung 12 negara bagian AS. Para penggugat khawatir merger ini memberi Paramount-WBD kendali berlebihan atas pasar rilis film dan berpotensi menahan produksi untuk kepentingan layanan streaming mereka, Paramount+ dan HBO Max.

Belum ada kepastian apakah jaminan 30 judul film dengan jendela 45 hari ini akan diterima para jaksa agung. Para pihak masih menunggu hasil negosiasi lanjutan.

Cinema United Masih Menahan Diri, Serukan Pertemuan

Di tengah dukungan tiga jaringan bioskop terbesar, kelompok lobi utama industri eksibisi, Cinema United, justru menyimpan kekhawatiran. Presiden Cinema United, Michael O'Leary, memperingatkan bahwa pengambilalihan Warner Bros. bisa menyebabkan lebih sedikit film diproduksi dan berpotensi memicu penutupan bioskop.

Kekhawatiran ini merujuk pada pengalaman pahit industri saat Disney mengakuisisi 20th Century Fox pada 2019. Setelah akuisisi tersebut, jumlah produksi gabungan kedua studio menyusut drastis dan industri kehilangan satu pemain besar.

Meski demikian, Cinema United akhirnya menyerukan pertemuan antara para jaksa agung dan Paramount untuk membahas penyelesaian. "Sejak awal, kami telah terbuka terhadap langkah-langkah yang akan melindungi industri eksibisi. Ini adalah langkah berikutnya dalam proses tersebut untuk memastikan industri yang berkembang dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," demikian pernyataan Cinema United beberapa menit setelah Cinemark menyatakan dukungannya.

Momentum Box Office Musim Panas yang Menguntungkan

Dukungan dari tiga jaringan bioskop terbesar ini datang di tengah momentum positif industri. CEO Regal, Eduardo Acuna, menegaskan bahwa penundaan merger justru berisiko menciptakan ketidakpastian yang merugikan industri, terutama saat pendapatan box office musim panas tahun ini sudah menembus US$4 miliar untuk kedua kalinya sejak pandemi Covid-19.

Bahkan, ada peluang musim film panas tahun ini melampaui rekor sepanjang masa pada 2023 yang mencapai US$4,755 miliar. CEO AMC, Adam Aron, sejak CinemaCon April lalu juga telah menyuarakan dukungannya dengan argumen bahwa perusahaan gabungan akan memperkuat bisnis bioskop secara keseluruhan.

Keputusan final merger Paramount-Warner Bros. Discovery kini menunggu hasil negosiasi antara para jaksa agung negara bagian dan Paramount. Jika berhasil, konsolidasi ini akan mengubah lanskap industri film Hollywood selamanya.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks