Pencarian

Yusril Bantah Menulis Buku Islam ala Prabowo, Tegaskan Hanya Narasumber Wawancara

Selasa, 08 September 2026 • 06:48:32 WIB
Yusril Bantah Menulis Buku Islam ala Prabowo, Tegaskan Hanya Narasumber Wawancara
Yusril Ihza Mahendra memberikan klarifikasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026), terkait pencantuman namanya dalam buku *Islam ala Prabowo*.

SULAWESI TENGGARA — Klarifikasi ini disampaikan Yusril di Jakarta, Selasa (8/9/2026), setelah namanya tercantum dalam buku yang diluncurkan pada Rakornas BAZNAS 2025 itu. Ia menegaskan wawancara dengan tim penyusun dilakukan jauh sebelum dirinya dilantik sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih.

"Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya," kata Yusril.

Keterlibatan Terbatas dan Hak Cipta yang Tak Pernah Dibahas

Setelah wawancara selesai, Yusril mengaku tidak pernah melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara hingga buku diterbitkan. Ia bahkan tidak mengingat siapa pewawancaranya karena peristiwa itu sudah berlangsung lama.

Mengenai pencantuman namanya di bagian hak cipta, Yusril menilai hal itu perlu dilihat secara proporsional. "Kalau pun ada, mungkin berkaitan dengan bagian wawancara saya, tetapi mengenai pencantuman itu saya tidak pernah diajak bicara. Saya sendiri tidak terlalu mempersoalkan soal hak cipta," ujarnya.

Substansi Wawancara Siap Dipertanggungjawabkan Secara Akademik

Kendati tidak terlibat dalam proses penulisan, Yusril menyatakan telah membaca buku tersebut secara utuh. Ia menilai sebagian besar keterangannya dituangkan dengan cukup baik dan tidak menemukan persoalan mendasar dalam substansi yang bersumber dari wawancara dengannya.

"Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik. Saya tidak keberatan pandangan tersebut dimuat," tuturnya.

Buku yang Diinisiasi Ahmad Muzani dan Kiai Anwar Iskandar

Buku Islam ala Prabowo diluncurkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Dalam keterangan resmi, buku ini disebut diinisiasi Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua MUI Kiai Haji Anwar Iskandar.

Yusril juga mengingatkan publik agar tidak menilai karya hanya dari judul atau potongan informasi. "Saya kira kita perlu membiasakan diri membaca dan memahami substansinya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Jangan sampai kita hanya berdebat mengenai judul, sementara isi bukunya sendiri belum pernah dibaca dengan saksama," ungkapnya.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks