Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Kelompok 14 menjalankan empat program pemberdayaan masyarakat di Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Kegiatan berlangsung sebulan, dari 3 Agustus hingga 3 September 2026, menyasar bidang pendidikan, ekonomi lokal, informasi desa, dan mobilitas warga.
BOMBANA — Empat program utama disusun Kelompok 14 KKA UMK selama masa pengabdian di Desa Tinabite. Keempatnya mencakup revitalisasi perpustakaan, pengembangan produk olahan pisang, pembuatan peta dan website profil desa, serta pemasangan plang penunjuk arah.
Koordinator Kelompok 14, Fadhil, menyebut program disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Desa Tinabite. Menurutnya, keberlanjutan program setelah mahasiswa kembali ke kampus jadi ukuran utama keberhasilan.
"Selama pelaksanaan KKA, kami berusaha menyesuaikan program dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Desa Tinabite. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya programnya terlaksana, tetapi bagaimana program tersebut bisa memberikan manfaat dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah kami kembali ke kampus," kata Fadhil.
Perpustakaan Desa Direvitalisasi Jadi Ruang Bimbingan Belajar
Di sektor pendidikan, mahasiswa membersihkan, menata ulang, dan memperbaiki fasilitas perpustakaan desa. Setelah revitalisasi, ruangan itu difungsikan sebagai tempat belajar sekaligus bimbingan belajar anak-anak dengan pendampingan mahasiswa.
Langkah tersebut diharapkan mengoptimalkan fungsi perpustakaan yang sebelumnya kurang termanfaatkan. Minat baca anak Desa Tinabite juga jadi sasaran program ini.
Keripik Pisang Jadi Produk Unggulan Tinabite Inkubator Lokal
Pada bidang ekonomi, Kelompok 14 mengolah potensi pisang desa menjadi keripik. Program bertajuk Tinabite Inkubator Lokal Produk itu dijalankan bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bombana melalui seminar dan pembinaan.
Materi pembinaan mencakup pengolahan produk, pengemasan, hingga peluang pemasaran. Mahasiswa lalu mempraktikkan langsung pembuatan keripik pisang bersama warga.
"Kami melihat Desa Tinabite memiliki potensi yang cukup besar, khususnya dari sektor pertanian. Melalui program Tinabite Inkubator Lokal Produk, kami mencoba mendorong agar potensi tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan adanya kolaborasi bersama Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Bombana, masyarakat juga mendapatkan pembinaan yang lebih luas terkait pengembangan usaha," ujar Fadhil.
Peta dan Website Profil Desa Perkuat Informasi Wilayah
Kelompok 14 juga menyusun peta Desa Tinabite yang memuat gambaran wilayah dan sejumlah lokasi penting. Website profil desa dikembangkan sebagai media informasi soal kondisi, fasilitas, dan potensi desa.
Kedua fasilitas itu diharapkan memudahkan warga maupun pihak luar mengenali wilayah dan potensi Desa Tinabite. Informasi desa yang sebelumnya tersebar tidak sistematis kini terkumpul dalam satu kanal.
Plang Penunjuk Arah Bantu Mobilitas Warga dan Pengunjung
Pembuatan plang penanda dan penunjuk arah diawali survei titik strategis. Setelah lokasi ditetapkan, mahasiswa menyiapkan, membuat, dan memasang plang tersebut.
Wilayah Desa Tinabite tergolong luas dengan penunjuk arah yang masih terbatas. Keberadaan plang diharapkan membantu warga dan pengunjung menemukan lokasi di desa itu.
Kegiatan Pendukung: Sosialisasi Gadget hingga Rabu Belajar
Selain empat program utama, Kelompok 14 menggelar sejumlah kegiatan pendukung bersama masyarakat. Di antaranya sosialisasi penggunaan gadget bijak bagi anak SD, sosialisasi anti-bullying, dan sosialisasi legalitas usaha.
Mahasiswa juga mengadakan perlombaan memperingati HUT Kemerdekaan RI serta kegiatan "Rabu Belajar, Sabtu Berkembang". Rangkaian acara itu jadi ruang interaksi dan partisipasi warga selama masa KKA.
Kelompok 14 berharap program yang sudah berjalan terus dimanfaatkan setelah masa pengabdian berakhir. Perpustakaan diharapkan tetap jadi ruang belajar, sementara keripik pisang bisa dikembangkan dari sisi produksi, kemasan, legalitas, dan pemasaran.
Peta dan website desa diharapkan terus diperbarui. Plang penunjuk arah perlu dirawat dan ditambah sesuai kebutuhan wilayah.