Pencarian

Dishub Sultra Kejar Rampung Rehabilitasi Total 3 Pelabuhan Penyeberangan pada Desember 2026

Senin, 28 September 2026 • 16:46:01 WIB
Dishub Sultra Kejar Rampung Rehabilitasi Total 3 Pelabuhan Penyeberangan pada Desember 2026
Kepala Dishub Sultra Muhammad Fadlansyah menyatakan rehabilitasi total tiga pelabuhan penyeberangan dikejar rampung pada Desember 2026.

KENDARI — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Fadlansyah menyatakan pihaknya mempercepat pembenahan infrastruktur pelabuhan penyeberangan untuk meningkatkan konektivitas antarpulau. Rehabilitasi menyasar fasilitas yang selama ini dipakai warga dalam aktivitas penyeberangan sehari-hari.

Pembenahan diarahkan pada peningkatan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat aspek keselamatan pengguna jasa transportasi laut. Dengan fasilitas yang lebih baik, operasional pelabuhan diharapkan berjalan lebih optimal melayani pergerakan penumpang maupun kendaraan antarpulau.

Tiga Pelabuhan yang Direhabilitasi Total

Pelabuhan Baubau, Torobulu, dan Amolengo menjalani rehabilitasi secara total. Ketiganya berperan penting mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tenggara.

Fadlansyah menyebut proses pengerjaan ketiga pelabuhan terus dikawal agar dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Rehabilitasi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana transportasi laut.

Lima Aplikasi Digital, Tiga Jadi Instrumen Utama

Selain pembenahan fisik, Dishub Sultra melakukan transformasi pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital di sektor perhubungan. Langkah itu ditempuh untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, memperkuat transparansi, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor perhubungan.

Dishub Sultra telah meluncurkan lima aplikasi pelayanan digital. Tiga di antaranya menjadi instrumen utama yakni SIM OK, Si Bolang, dan Silandak.

“Aplikasi tersebut kita implementasikan untuk memudahkan akses pelayanan publik di bidang perhubungan serta memastikan pengelolaan PAD di pelabuhan berjalan lebih transparan melalui sistem elektronik nontunai,” jelas Fadlansyah.

Fitur Pengaduan hingga Info Antrean Kendaraan

Penerapan platform digital diarahkan memangkas rantai birokrasi serta mengurangi potensi penyimpangan dalam proses transaksi manual di lapangan. Aplikasi yang dikembangkan Dishub Sultra juga dilengkapi fitur pengaduan masyarakat.

Lewat fitur itu, pengguna jasa dapat menyampaikan laporan terkait kondisi fasilitas penyeberangan. Masyarakat juga bisa memperoleh informasi mengenai dinamika antrean kendaraan di kawasan pelabuhan.

Dengan demikian, pelayanan diharapkan menjadi lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Integrasi antara rehabilitasi infrastruktur dan digitalisasi pelayanan diharapkan berdampak pada kelancaran arus logistik, kenyamanan penumpang, keselamatan pengguna jasa, serta pengelolaan PAD yang lebih transparan dan akuntabel.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks