KENDARI — KM Sabuk Nusantara 84, salah satu kapal tol laut yang melayani rute timur Indonesia, dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Banggai menuju Bobong pada malam ini, Juni 2026. Kapal ini menjadi andalan warga kepulauan untuk mobilitas antar-pulau sekaligus pengangkut logistik kebutuhan pokok.
Jadwal keberangkatan malam hari ini menjadi perhatian bagi warga di Kabupaten Banggai Kepulauan dan sekitarnya. Kapal akan menempuh rute yang menghubungkan dua titik penting di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.
KM Sabuk Nusantara 84 berangkat dari Banggai menuju Bobong pada malam ini. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal sandar di pelabuhan tujuan, namun biasanya kapal membutuhkan waktu beberapa jam perjalanan tergantung kondisi cuaca.
Kapal ini merupakan bagian dari program tol laut yang digagas pemerintah pusat untuk menekan disparitas harga barang di daerah terpencil. Dengan adanya kapal ini, distribusi sembako dan bahan pokok lainnya bisa lebih lancar.
Kehadiran KM Sabuk Nusantara 84 sangat membantu warga yang tinggal di pulau-pulau kecil. Seorang warga Banggai, La Ode, menyebut bahwa kapal tol laut menjadi satu-satunya akses transportasi murah untuk mengirim hasil laut ke kota.
"Kalau tidak ada kapal ini, kami harus naik kapal cepat yang ongkosnya tiga kali lipat. Tol laut ini sangat membantu kami untuk jual ikan ke Kendari," ujarnya saat ditemui di pelabuhan.
Warga yang akan bepergian atau mengirim barang melalui KM Sabuk Nusantara 84 diimbau untuk tiba di pelabuhan dua jam sebelum keberangkatan. Tiket dapat dibeli di loket pelabuhan atau melalui agen resmi yang ditunjuk.
Pihak operator kapal juga mengingatkan agar penumpang membawa identitas diri yang sah. Barang bawaan dibatasi sesuai ketentuan kapal tol laut untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.
Jadwal tol laut kerap berubah mengikuti kondisi cuaca dan operasional kapal. Warga disarankan memantau informasi terbaru melalui kantor pelabuhan setempat atau media sosial resmi operator kapal.
Program tol laut sendiri terus diperluas jangkauannya. Pemerintah menargetkan seluruh kabupaten kepulauan di Indonesia timur terlayani kapal tol laut pada akhir tahun 2026.