SULAWESI TENGGARA — Angka itu didapat setelah Kompas.com mengetes langsung Sprinto selama beberapa hari di rute kombinasi Bogor–Jakarta sejauh 62 km. Hasilnya, konsumsi energi rata-rata tercatat 23,31 Wh/km dengan total daya terpakai 1,44 kWh. Artinya, dalam sekali cas penuh, daya jelajah riil motor ini berada di kisaran 100–105 km, sedikit di bawah klaim pabrikan yang menyebut 110 km.
Perhitungan biaya tahunan didasarkan pada pemakaian 12.000 km per tahun. Kebutuhan daya total mencapai 279,72 kWh. Dengan tarif listrik rumah tangga golongan 1.300 VA ke atas sebesar Rp 1.444,70 per kWh, biaya cas di rumah hanya Rp 404.111 setahun.
Pengeluaran itu bisa ditekan hingga Rp 0 jika pemilik rajin memanfaatkan fasilitas fast charger gratis di jaringan diler resmi Indomobil Emotor. Ditambah insentif pajak PKB Rp 0 dan SWDKLLJ Rp 35.000 per tahun, total pengeluaran tahunan hanya Rp 439.111.
Biaya servis rutin baru muncul di bulan ke-18 dan ke-30, masing-masing Rp 37.500 per kunjungan di luar komponen habis pakai seperti kampas rem (Rp 43.000), ban depan-belakang (Rp 600.500), dan bearing roda depan (Rp 24.500).
Sprinto menggendong motor penggerak Hub Drive 3,5 kW dengan torsi 195 Nm. Baterai Lithium 2,45 kWh ditempatkan di bagasi, membuat dek kaki tidak terlalu tinggi. Efeknya, posisi duduk tetap nyaman untuk perjalanan jauh tanpa gejala kaki menekuk.
Untuk tinggi badan 178 cm, ergonomi motor ini terasa pas. Setang membuat tangan rileks dan kedua kaki bisa menapak sempurna ke tanah. Karakter busa jok yang tidak terlalu empuk justru membantu menopang punggung dan mengurangi kelelahan.
Penyaluran tenaga melalui tiga mode berkendara terasa halus dan minim hentakan dari posisi diam. Kecepatan puncak mencapai 90–95 km/jam di mode Boost. Namun, respons tarikan gas dari ketiga mode cenderung sama halus. Mode Sport maupun Boost tidak memberikan sensasi "ngejambak" agresif khas motor listrik torsi besar.
Nilai plus utama justru ada di sektor kaki-kaki. Sprinto menggunakan roda 14 inci seperti skutik konvensional, dengan ban radial 90/90-R14 depan dan 100/80-R14 belakang. Bantingan suspensinya terasa dewasa, solid, dan tidak ringkih saat melewati sambungan jalan atau aspal bergelombang.
Sistem pengereman rem cakram ganda di depan dan belakang bekerja pakem. Secara visual, dimensi motor ini ringkas dengan bobot kosong 107,5 kg dan ground clearance 150 mm, membuatnya mudah bermanuver di lalu lintas padat.
Panel instrumen digital sudah mendukung Android Auto untuk menampilkan navigasi Google Maps. Namun, ada dua catatan: pancaran layar terlalu terang saat malam hari meski sudah disetel paling redup, dan sistem mendeteksi motor sebagai mobil sehingga pengendara harus mengaktifkan opsi "hindari jalan tol" secara manual.