Ombudsman Beri ‘Thumbs Up’ ke Pelindo Makassar: Wajah Baru Pelayanan Publik di Pelabuhan Timur

Penulis: Yasir  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 15:50:31 WIB
Ombudsman memberikan apresiasi atas transformasi pelayanan publik di Pelindo Makassar.

SULAWESI TENGGARA — Dalam kunjungannya, Robert Na Endi Jaweng tidak hanya melihat fisik pelabuhan yang lebih rapi. Ia menilai transformasi yang dilakukan Pelindo sudah menyentuh aspek fundamental, yaitu budaya organisasi.

"Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh budaya organisasi yang menjunjung integritas serta bebas dari praktik maladministrasi," tegas Robert dalam keterangannya di Makassar.

Menurut Robert, pelabuhan adalah wajah pelayanan negara. Oleh karena itu, komitmen Pelindo dalam memberantas praktik pungli dan birokrasi berbelit sangat diapresiasi. Usai peninjauan, Ombudsman langsung menggelar sosialisasi pencegahan maladministrasi yang diikuti oleh jajaran Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar.

Digitalisasi dan Penyederhanaan Jadi Kunci

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyambut baik evaluasi dari Ombudsman. Pihaknya mengakui bahwa transformasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan perubahan cara kerja.

"Kami secara konsisten melakukan pembenahan melalui pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan, penyederhanaan proses bisnis, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia," jelas Yusida.

Langkah ini dinilai penting untuk menghadirkan layanan yang lebih efektif dan efisien bagi para pengguna jasa pelabuhan, mulai dari perusahaan logistik hingga nelayan tradisional. Robert menambahkan, pencegahan maladministrasi harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen organisasi, dari pimpinan puncak hingga petugas di lapangan.

Dampak Langsung bagi Ekonomi Kawasan Timur

Transformasi di Pelindo Makassar bukan sekadar seremoni. Sebagai gerbang logistik utama kawasan timur Indonesia, perbaikan layanan berdampak langsung pada rantai pasok barang dan biaya logistik. Pelabuhan yang bebas dari praktik maladministrasi berarti waktu tunggu kapal (dwelling time) lebih singkat dan biaya tidak resmi bisa ditekan.

Dengan tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap standar pelayanan, Pelindo diharapkan mampu mendorong daya saing produk-produk dari Indonesia Timur. Apresiasi dari Ombudsman ini menjadi sinyal bahwa transformasi BUMN pelabuhan mulai menunjukkan hasil nyata di mata publik.

Reporter: Yasir
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top