SULAWESI TENGGARA — Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Inggris unggul cepat lewat eksekusi penalti Kane pada menit ke-12. Namun, Kroasia berhasil membalikkan keadaan sebelum turun minum. Martin Baturina menyamakan skor di menit ke-36, lalu Petar Musa membawa Kroasia unggul 2-1 di masa injury time babak pertama.
Ketertinggalan di babak pertama tak membuat Inggris patah arang. Jude Bellingham dan Marcus Rashford sukses membalikkan skor menjadi 4-2 di babak kedua. Dua gol tambahan dari Kane memastikan kemenangan sekaligus mengantar sang kapten menembus jajaran elite.
Gol penalti di menit ke-12 membuat Kane menjadi pemain Inggris kedua yang mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berbeda (2018, 2022, 2026), menyamai catatan David Beckham. Tak berhenti di situ, Kane kini juga menjadi pemain dengan koleksi gol penalti terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
"3 - Harry Kane menjadi pemain Inggris kedua yang mencetak gol di tiga turnamen Piala Dunia FIFA yang berbeda (2018, 2022, 2026), bersama dengan David Beckham (1998, 2002, 2006). Penyerang utama," tulis akun statistik OptaJoe di media sosial.
Pencapaian ini menegaskan status Kane sebagai salah satu penyerang paling haus gol di panggung internasional. Sejak debut di Rusia 2018, Kane konsisten menjadi andalan lini depan Inggris di setiap turnamen besar.
Ketajaman Kane dari titik putih kembali terbukti di laga kontra Kroasia. Ia sukses mengeksekusi penalti di bawah tekanan tinggi pada laga pembuka. Catatan itu membuatnya kini memimpin daftar pencetak gol penalti terbanyak dalam sejarah turnamen.
Kemenangan ini membawa Inggris memuncaki klasemen sementara Grup L. Langkah selanjutnya, The Three Lions akan menghadapi lawan berikutnya dengan modal kepercayaan diri tinggi usai comeback dramatis dan torehan bersejarah sang kapten.