5 Cafe Estetik di Sulawesi Tenggara dengan View Memukau, Lengkap dengan Kisaran Harga dan Jam Buka

Penulis: Ragil  •  Senin, 06 Juli 2026 | 00:08:32 WIB
Bukit Cafe & Resto menyajikan pemandangan Teluk Kendari dari ketinggian 50 meter dengan udara sejuk alami.

Kendari dan beberapa titik di Sulawesi Tenggara memang dikenal dengan topografinya yang unik—perbukitan menghadap langsung ke Laut Banda dan Teluk Kendari. Dari pengalaman ngopi di lima tempat ini, saya melihat sendiri bagaimana pemilik kafe memanfaatkan kontur alam, bukan meratakannya. Hasilnya, sudut duduk yang terasa privat meski ramai pengunjung.

Lima kafe ini saya pilih berdasarkan tiga kriteria: konsistensi rasa kopi dan makanan, kenyamanan tempat duduk untuk work-from-cafe, dan tentu saja—pemandangan yang bikin betah berjam-jam. Bukan cuma soal estetik foto Instagram, tapi benar-benar tempat yang layak Anda datangi saat ke Sultra.

1. Bukit Cafe & Resto — Pemandangan Teluk Kendari dari Ketinggian

Berada di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Bukit Cafe & Resto menawarkan panorama Teluk Kendari dari ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut. Saya datang sekitar pukul 16.00 WITA, dan angin dari arah laut langsung terasa—tanpa pendingin ruangan pun udara sejuk.

Menu andalannya adalah kopi robusta lokal Sultra dengan harga mulai Rp25.000 per cangkir. Untuk makanan berat, nasi goreng seafood dibanderol Rp45.000. Jam buka setiap hari pukul 14.00 hingga 23.00 WITA. Tips dari saya: pilih kursi di teras lantai dua, bukan di dalam—view lebih lepas dan cahaya sore pas untuk dokumentasi.

2. The Peak Resto & Lounge — Spot Sunset Favorit Mahasiswa

Terletak di Jalan Poros Lapulu, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, tempat ini jadi langganan mahasiswa Universitas Halu Oleo sejak 2023. Pemandangan langsung ke arah barat membuat sunset di sini terasa dramatis—cahaya jingga membentang dari atas Bukit Nii-Nii hingga ke permukaan laut.

Harga minuman mulai Rp20.000 untuk es teh manis, sementara kopi susu kekinian Rp30.000. Makanan ringan seperti french fries Rp25.000. Buka dari pukul 15.00 hingga 01.00 WITA. Akses jalannya cukup mulus, tapi parkir agak terbatas di akhir pekan—datang sebelum pukul 17.00 kalau tidak mau repot.

3. Dermaga Cafe — Ngopi di Atas Laut dengan Angin Asin

Berlokasi di Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, kafe ini benar-benar dibangun di atas dermaga kecil. Saat air laut pasang, ombak kecil menyentuh tiang-tiang kayu di bawah kursi Anda. Suara debur air dan bau asin khas laut jadi latar yang tidak bisa ditiru kafe di mal.

Menu favorit pengunjung adalah pisang goreng coklat (Rp18.000) dan es kelapa muda (Rp22.000). Untuk kopi, coba manual brew mereka dengan biji dari Toraja—Rp35.000 per cangkir. Jam operasional pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Perhatikan cuaca; kalau hujan deras, bagian dermaga akan ditutup sementara demi keamanan.

4. Langit Biru Cafe — Perbukitan Bonggoeya yang Tenang

Masih di kawasan Bonggoeya, Langit Biru Cafe berbeda dari Bukit Cafe karena posisinya yang lebih masuk ke perbukitan—tidak langsung menghadap teluk, tapi dikelilingi pepohonan dan kebun warga. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin bekerja atau membaca buku tanpa gangguan suara kendaraan.

Harga makanan dan minuman cenderung lebih murah: kopi hitam Rp15.000, nasi ayam geprek Rp30.000. Buka setiap hari pukul 13.00 hingga 22.00 WITA. Jaringan Wi-Fi cukup stabil untuk meeting online, tapi sinyal seluler agak lemah di sudut belakang. Saya sarankan bawa power bank—colokan listrik terbatas.

5. Bintang Laut Coffee — Spot Baru di Pesisir Barat Kendari

Resmi beroperasi sejak awal 2025 di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, kafe ini menyuguhkan pemandangan langsung ke Pelabuhan Bungkutoko. Kapal-kapal nelayan dan feri yang hilir mudik jadi pemandangan dinamis yang jarang ditemukan di kafe lain.

Menu unggulannya adalah kopi gula aren (Rp28.000) dan roti bakar srikaya (Rp22.000). Buka pukul 11.00 hingga 23.00 WITA. Tempat ini ramai pada Sabtu malam—datang sebelum pukul 19.00 jika ingin dapat kursi dekat jendela. Parkir luas, cocok untuk pengendara mobil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua kafe ini ramah untuk anak-anak?
Ya, terutama Dermaga Cafe dan Langit Biru Cafe. Namun, untuk Bukit Cafe dan The Peak, pengawasan ekstra diperlukan karena area teras tanpa pagar tinggi di beberapa titik.

Kafe mana yang paling recommended untuk bekerja?
Langit Biru Cafe dan Bintang Laut Coffee punya Wi-Fi stabil dan colokan listrik yang cukup. The Peak cenderung ramai dan bising pada malam hari.

Berapa rata-rata budget untuk nongkrong di lima kafe ini?
Kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000 per orang sudah termasuk satu minuman dan satu makanan ringan. Kalau pesan makanan berat, siapkan Rp100.000-Rp150.000.

Apakah ada kafe yang buka pagi hari?
Hanya Dermaga Cafe yang buka mulai pukul 10.00 WITA. Empat kafe lainnya buka siang atau sore. Tidak ada yang buka pagi untuk sarapan.

Bagaimana akses jalan menuju kafe di Bonggoeya?
Jalan menuju Bukit Cafe dan Langit Biru Cafe sudah beraspal, tapi cukup curam dan berkelok. Motor dan mobil kecil masih nyaman, tapi untuk mobil besar seperti Elf perlu hati-hati di tikungan.

Kelima kafe ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara tidak hanya soal wisata bahari. Dari bukit hingga dermaga, setiap tempat menawarkan cara berbeda menikmati sore—dengan secangkir kopi dan pemandangan yang tidak bisa ditemukan di kota lain. Kalau Anda punya rekomendasi kafe estetik lain di Kendari atau sekitarnya, bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

Reporter: Ragil
Back to top