Pencarian

Demi Sekolah, Belasan Pelajar di Kolaka Timur dan Kolaka Terpaksa Berenang Terabas Banjir, Jembatan Hanyut Diterjang Sungai Poleang

Sabtu, 16 Mei 2026 • 11:48:03 WIB
Demi Sekolah, Belasan Pelajar di Kolaka Timur dan Kolaka Terpaksa Berenang Terabas Banjir, Jembatan Hanyut Diterjang Sungai Poleang
Belasan pelajar di Kolaka Timur dan Kolaka berenang menyeberangi Sungai Poleang akibat jembatan darurat yang hanyut.

KOLAKA TIMUR — Sebuah video yang beredar di media sosial pada Sabtu (16/5/2026) memperlihatkan perjuangan ekstrem para siswa sepulang sekolah. Mereka berenang di tengah arus banjir yang cukup deras, tanpa jembatan dan tanpa alat bantu keselamatan. "Kami butuh bantuan Pak Prabowo," ucap salah seorang siswa dalam rekaman tersebut, menggambarkan keputusasaan di tengah keterbatasan infrastruktur.

Jembatan Swadaya Hanyut Berulang Kali

Kondisi ini bukan baru pertama kali terjadi. Sekretaris Desa (Sekdes) Awiu, Arman Ikramsyah, yang juga merupakan orang tua siswa, mengaku masyarakat sudah berulang kali membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun, setiap kali hujan deras mengguyur dan Sungai Poleang meluap, jembatan sederhana dari papan itu kembali hanyut terbawa arus.

"Kalau air surut kami bikin jembatan papan supaya anak sekolah bisa lewat. Tapi kalau banjir datang, jembatan itu hanyut lagi," tutur Arman saat ditemui di lokasi.

Sekdes Gendong Siswa Seberangi Sungai

Tak hanya para pelajar, Arman Ikramsyah pun turun langsung mendampingi anak-anak menyeberangi sungai yang meluap. Ia bahkan menggendong satu per satu siswa agar bisa sampai ke sekolah dengan selamat. "Jadi kalau banjir datang dan meluap sampai membawa jembatan, terpaksa kami turun begini. Gendong anak menyebrangi sungai demi ke sekolah agar mereka tetap bisa belajar," ungkapnya.

Sekolah yang menjadi tujuan para pelajar ini berada di Desa Awiu, Kecamatan Aere, Kolaka Timur, meliputi SMP Satap 2 Aere, SD 1 Awiu, dan TK Awiu. Sementara para siswa berasal dari Desa Mataosu Ujung, Kabupaten Kolaka, yang setiap hari harus melintasi sungai untuk menimba ilmu.

Satu-satunya Akses Warga dan Petani

Jalur penyeberangan Sungai Poleang bukan hanya vital bagi dunia pendidikan. Arman menegaskan jalur tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk para petani yang mengangkut hasil bumi. "Mengingat ini satu-satunya akses bagi masyarakat kami, terutama anak-anak sekolah yang harus bertaruh nyawa bila ingin ke sekolah, besar harapan kami agar ini menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.

Harapan Jembatan Permanen dari Pemerintah

Warga di perbatasan dua kabupaten ini berharap pemerintah pusat maupun daerah segera membangun jembatan permanen. Mereka tak ingin perjuangan para pelajar yang terekam dalam video viral itu hanya menjadi tontonan tanpa tindak lanjut nyata. Selama ini, setiap musim hujan, akses pendidikan dan ekonomi di kawasan tersebut selalu lumpuh. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Kolaka Timur maupun Pemkab Kolaka terkati rencana pembangunan infrastruktur di titik kritis tersebut.

Bagikan
Sumber: timorindo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks