Pencarian

BNN Kolaka Apresiasi PT Vale Pomalaa Edukasi Pencegahan Napza di Sekolah, Soroti Zona Merah Narkoba

Senin, 25 Mei 2026 • 11:53:41 WIB
BNN Kolaka Apresiasi PT Vale Pomalaa Edukasi Pencegahan Napza di Sekolah, Soroti Zona Merah Narkoba
BNN Kolaka bersama PT Vale Pomalaa menggelar edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di SMP Negeri 1 Pomalaa.

KOLAKA — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kolaka memberikan apresiasi kepada PT Vale Indonesia Tbk yang konsisten melakukan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah. Program terbaru menyasar SMP Negeri 1 Pomalaa dengan menggandeng BNN setempat, melibatkan 100 pelajar dalam sesi edukasi Napza dan HIV.

Pomalaa Zona Merah, Data 2024 Dipertanyakan

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kolaka, Iwan, menyebutkan bahwa Pomalaa secara historis merupakan wilayah rawan peredaran narkoba. Meski data daerah kerawanan narkoba tahun 2024 tidak memasukkan Pomalaa, Iwan menilai survei tersebut kurang tepat.

“Tapi kalau kita berpatokan ke data daerah kerawanan narkoba di tahun 2024 kemarin Pomalaa tidak masuk, tetapi sebenarnya kalau kita lihat faktanya, dia harus masuk. Jadi, surveinya yang kurang pas atau sistem data yang tidak tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak anak-anak yang menjalani rehabilitasi berasal dari wilayah Pomalaa. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa daerah tersebut masih menjadi kantong penyalahgunaan narkoba.

Vale Paling Aktif Dibanding Perusahaan Lain

Iwan menegaskan bahwa PT Vale IGP Pomalaa bukan baru pertama kali menggelar kegiatan serupa. Perusahaan tambang itu rutin melakukan road show ke sekolah-sekolah untuk edukasi pencegahan narkoba selama beberapa tahun terakhir.

“Dari sekian banyak perusahaan di Kolaka, saya pikir Vale yang paling di depan kalau saya membandingkan perusahaan lain. Vale lah yang paling sering melakukan kegiatan seperti ini dan ini penting sekali,” kata Iwan.

Menurutnya, inisiatif Vale membantu pemerintah dan BNN secara tidak langsung. Perusahaan merasa memiliki tanggung jawab dalam pencegahan narkoba karena beroperasi di wilayah tersebut.

Edukasi Tak Cukup untuk Pelajar Saja

BNN Kolaka berharap program edukasi tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat. Iwan menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam memberantas narkoba.

“Juga saya berharap perusahaan lain juga bisa mengambil andil di kegiatan yang serupa, dan edukasi ini tidak terbatas di sekolah saja, tetapi juga tokoh masyarakat karena ini kan harus saling bersinergi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masa depan wilayah ini ditentukan oleh seberapa besar partisipasi masyarakat untuk menjauhkan anak-anak dari narkoba.

Keberanian Melapor Masih Kurang

Iwan menilai masyarakat sebenarnya sudah paham soal bahaya narkoba. Namun, yang masih kurang adalah keberanian untuk melapor atau menyampaikan informasi ketika melihat hal-hal mencurigakan terkait peredaran narkoba.

“Masyarakat saat ini saya kira secara umum sudah banyak yang paham, tetapi sebenarnya yang paling penting adalah keberanian. Keberanian melapor, keberanian menyampaikan ketika ada hal-hal yang mencurigakan, itu yang masih kurang,” tutupnya.

Bagikan
Sumber: sultrakini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks