Pencarian

3 Daerah di Sulawesi Tenggara Raih Predikat Unggul dalam Creative Financing, Kolaka Masuk Daftar

Senin, 01 Juni 2026 • 14:38:56 WIB
3 Daerah di Sulawesi Tenggara Raih Predikat Unggul dalam Creative Financing, Kolaka Masuk Daftar
Kolaka, Wajo, dan Mamasa raih penghargaan Kemendagri atas keberhasilan creative financing.

KENDARI — Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini menempatkan Kolaka sejajar dengan Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Mamasa (Sulawesi Barat). Ketiganya dinilai unggul dalam skema pembiayaan kreatif yang tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Apa Itu Creative Financing yang Diapresiasi Kemendagri?

Creative financing merujuk pada metode pendanaan inovatif di luar skema konvensional APBD. Ini bisa berupa kerja sama dengan swasta, pemanfaatan aset daerah, hingga skema pembiayaan campuran untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Menurut data dari Traders Union yang dirilis baru-baru ini, ketiga daerah tersebut dinilai sukses mengimplementasikan model ini dengan dampak yang terukur. Penilaian dilakukan berdasarkan efektivitas, transparansi, dan keberlanjutan program.

Mengapa Kolaka, Wajo, dan Mamasa Menonjol?

Pemkab Kolaka misalnya, dinilai berhasil memanfaatkan skema kerja sama dengan badan usaha untuk proyek-proyek strategis tanpa membebani APBD secara berlebihan. Sementara Wajo dan Mamasa juga menunjukkan pola serupa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.

Penghargaan ini menjadi indikator bahwa pemerintah daerah di luar Pulau Jawa mulai mampu berpikir di luar kebiasaan dalam membiayai pembangunan. “Kami melihat adanya pergeseran pola pikir dari sekadar menunggu dana pusat menjadi aktif mencari alternatif pendanaan,” tulis laporan Traders Union.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat Sulawesi Tenggara?

Bagi warga Kolaka, pengakuan ini berarti proyek-proyek publik berpotensi berjalan lebih cepat tanpa harus menunggu turunnya anggaran pusat. Skema creative financing biasanya memungkinkan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan fasilitas kesehatan direalisasikan dalam waktu lebih singkat.

Ke depan, model ini diharapkan bisa direplikasi oleh daerah lain di Sulawesi Tenggara seperti Kendari, Baubau, atau Konawe. Pemerintah provinsi pun diharapkan mendorong lebih banyak kabupaten/kota untuk mengadopsi strategi serupa.

Bagikan
Sumber: tradersunion.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks