MONTERREY — Swedia tampil trengginas sejak menit awal. Gol pembuka tercipta cepat pada menit ketujuh lewat aksi Ayari, yang membuat tim asuhan Graham Potter kian percaya diri menguasai pertandingan.
Duet Isak-Gyokeres Bikin Hujan Gol
Keunggulan Swedia berlipat pada menit ke-30. Berawal dari umpan Gyokeres, penyerang Arsenal Alexander Isak dengan tenang menjebol gawang Tunisia untuk membuat skor 2-0.
Tunisia sempat memberi perlawanan jelang turun minum. Omar Rekik memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-43, memanfaatkan umpan Hannibal Mejbri. Gol itu membangkitkan asa tim asuhan Sabri Lamouchi saat jeda pertandingan.
Babak Kedua: Swedia Makin Ganas
Memasuki babak kedua, Swedia kembali mengambil kendali. Kerja sama apik Isak dan Gyokeres kembali berbuah gol pada menit ke-59. Kali ini giliran Isak yang berperan sebagai pengumpan, dan Gyokeres yang menyelesaikannya menjadi 3-1.
Tunisia berusaha mengejar, namun pertahanan Swedia terlalu kokoh. Sebaliknya, Swedia justru tampil lebih efektif memanfaatkan peluang. Mattias Svanberg yang baru masuk menggantikan Jesper Karlstrom mencetak gol keempat pada menit ke-84.
Pesta gol Swedia ditutup oleh Ayari pada menit ke-90+6, setelah menerima umpan dari Lucas Bergvall. Gol tersebut sekaligus menggenapi dwigol sang gelandang di laga ini.
Dominasi Penguasaan Bola dan Peluang
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Swedia. Mereka membukukan 13 upaya mengarah ke gawang, sementara Tunisia hanya enam kali. Total pelanggaran kedua tim mencapai 18 kali, dengan Tunisia menerima satu kartu kuning.
Kemenangan ini membawa Swedia untuk sementara memuncaki klasemen Grup F dengan tiga poin, sekaligus menjadi modal berharga menghadapi laga-laga selanjutnya. Sementara itu, Tunisia harus segera bangkit jika ingin menjaga asa lolos ke babak berikutnya.