Pencarian

Review Samsung Galaxy Watch Ultra2 & Watch9: Baterai Lebih Besar, Fitur Selam Profesional, tapi Siap untuk Medan Ekstrem?

Kamis, 30 Juli 2026 • 09:56:31 WIB
Review Samsung Galaxy Watch Ultra2 & Watch9: Baterai Lebih Besar, Fitur Selam Profesional, tapi Siap untuk Medan Ekstrem?
Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 resmi diperkenalkan dalam ajang Galaxy Unpacked Juli 2026 di London.

SULAWESI TENGGARA — Diumumkan dalam ajang Galaxy Unpacked Juli 2026 di London, Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 membawa misi yang berbeda. Ultra2 jelas menyasar atlet trail dan penyelam rekreasi. Watch9 dirancang untuk pemantauan kesehatan 24 jam. Keduanya menggunakan platform Snapdragon Wear Elite dari Qualcomm, yang menjanjikan performa lebih cepat dan efisiensi daya lebih baik. Namun, dari segi harga dan fitur, segmennya terbelah cukup jauh.

Galaxy Watch Ultra2: 800 mAh dan Sertifikasi Selam Profesional

Galaxy Watch Ultra2 menawarkan baterai 800 mAh—kenaikan 35 persen dari generasi sebelumnya. Samsung mengklaim optimalisasi tata letak komponen internal berhasil membuat bodi 12 persen lebih tipis meski baterai membesar. Strap baru dengan struktur Air Pocket juga 26 persen lebih ringan, yang krusial untuk aktivitas sepanjang hari.

Fitur paling menonjol ada pada mode Trail Run. Mode ini menyajikan data elevasi, total tanjakan, progress pendakian, jarak tempuh, dan pace secara real-time. Informasi medan jadi lebih presisi untuk mengatur intensitas. Sertifikasi EN13319, ketahanan air 10ATM, dan IP69K membuat jam ini siap diajak menyelam hingga kedalaman tertentu. Kolaborasi dengan Mares, produsen perlengkapan selam, memungkinkan perekaman kecepatan naik-turun, safety decompression time, dan monitoring penyelaman real-time. Fitur Nutrition Alert juga diperbarui untuk menghitung kebutuhan cairan berdasarkan estimasi keringat yang hilang selama olahraga.

Galaxy Watch9: Fokus pada Kesehatan Harian dan Skor Jantung

Galaxy Watch9 hadir dengan baterai 390 mAh (naik 20 persen) dan desain lebih ramping yang nyaman dipakai 24 jam. Smartwatch ini mengandalkan sensor untuk memantau detak jantung, variabilitas detak jantung (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan saturasi oksigen darah (SpO2) selama tidur. Data tersebut diolah menjadi baseline kesehatan personal dan ditampilkan dalam fitur Heart Health Score.

Samsung Health yang diperbarui kini mengintegrasikan lima pilar utama—Activity, Sleep, Nutrition, Mindfulness, dan Vitals—dalam satu dashboard. Rekomendasi yang dihasilkan bersifat personal berdasarkan data yang terkumpul. Namun, perlu dicatat: akurasi sensor tidur dan HRV pada jam tangan pintar masih memiliki margin error dibanding alat medis, terutama jika posisi jam tidak pas di pergelangan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Pertama, ekosistem. Samsung Health dan fitur canggih seperti pemantauan tidur mendalam atau Heart Health Score bekerja optimal hanya jika terhubung dengan ponsel Galaxy. Pengguna iPhone atau ponsel Android non-Samsung akan kehilangan banyak fungsi. Kedua, daya tahan baterai Ultra2 yang 800 mAh memang besar. Tapi layar dengan kecerahan 5.000 nits dan GPS yang terus aktif saat trail running atau menyelam akan menguras daya lebih cepat dari klaim. Ketiga, harga. Kedua jam ini jelas berada di kelas premium. Untuk segmen yang sama, kompetitor seperti Garmin Fenix 7 atau Apple Watch Ultra 2 (jika pengguna iPhone) menawarkan ekosistem dan akurasi GPS yang sudah teruji lebih lama.

Kesimpulan: Cocok untuk Siapa?

Galaxy Watch Ultra2 adalah pilihan tepat bagi pengguna setia Samsung yang serius menekuni trail running atau freediving rekreasi. Perangkat ini mampu menangani aktivitas darat hingga bawah air. Sementara Galaxy Watch9 lebih masuk akal untuk pengguna yang ingin pemantauan kesehatan harian yang lebih personal tanpa perlu fitur ekstrem. Namun, jika Anda bukan pengguna Galaxy atau membutuhkan akurasi medis yang ketat, ada baiknya menunggu review jangka panjang atau melihat opsi lain yang lebih matang di kelasnya.

Bagikan
Sumber: tabloidpulsa.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks