Pencarian

Program Genting Bantu Perbaiki Rumah Keluarga Berisiko Stunting, Begini Cara Kerjanya

Selasa, 11 Agustus 2026 • 07:46:31 WIB
Program Genting Bantu Perbaiki Rumah Keluarga Berisiko Stunting, Begini Cara Kerjanya
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau langsung kondisi rumah keluarga penerima manfaat Program Genting di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

SULAWESI TENGGARA — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemberian makanan bergizi. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, sanitasi baik, dan hunian layak punya peran yang sama besarnya. Sayangnya, tidak semua keluarga bisa mengakses bantuan pemerintah karena terkendala persyaratan administrasi, seperti kepemilikan sertifikat tanah.

Untuk menjawab persoalan ini, pemerintah mengandalkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Lewat program ini, berbagai pihak diajak berkolaborasi membantu keluarga berisiko stunting (KRS) secara langsung dan lebih fleksibel.

Mengapa Bantuan Lewat APBN Sering Terkendala?

Wihaji menjelaskan, bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Daerah (APBD) seringkali sulit menjangkau keluarga tertentu. Salah satu hambatan terbesarnya adalah syarat administratif yang tidak bisa dipenuhi semua orang.

"Kalau mengandalkan APBN atau APBD, seringkali sulit karena ada syarat sertifikat dan sebagainya. Oleh karena itu, harus ada cara lain melalui orang tua asuh yang persyaratannya tidak rumit, tetapi negara tetap hadir," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Program Genting hadir sebagai solusi agar negara tetap hadir untuk warganya, meski dokumen kepemilikan tanah tidak lengkap. Prinsipnya, tidak adil jika sebuah keluarga kehilangan hak bantuan hanya karena masalah administrasi.

Bukan Sekadar Gizi, Rumah Layak Huni Juga Kunci Cegah Stunting

Dalam peninjauan langsung di Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Wihaji melihat sendiri kondisi tiga keluarga penerima manfaat. Mereka adalah keluarga dengan anak yang berada di fase 1.000 HPK, periode emas yang menentukan masa depan anak.

"Sebelum terjadi stunting, kita lakukan pendekatan, termasuk memperbaiki kondisi rumahnya," tegas Wihaji.

Perbaikan rumah tidak layak huni ini menjadi bagian penting dari intervensi pencegahan stunting dari hulu. Rumah yang lembap, sanitasi buruk, dan akses air bersih terbatas akan meningkatkan risiko infeksi pada anak. Infeksi berulang inilah yang kerap menjadi penyebab tersembunyi anak sulit menyerap nutrisi, sehingga berujung pada gagal tumbuh.

Peran Orang Tua Asuh dalam Program Genting

Dalam kunjungan tersebut, PT Timah berperan sebagai orang tua asuh. Perusahaan ini memberikan dukungan perbaikan rumah kepada keluarga penerima manfaat. Selain itu, bantuan lain seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B), serta bantuan nutrisi juga diserahkan.

Wihaji juga berdialog langsung dengan keluarga untuk memastikan kebutuhan gizi, pola pengasuhan, kondisi ekonomi, hingga kelayakan lingkungan tempat tinggal anak. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi harus diiringi dengan lingkungan sehat agar tumbuh kembang anak optimal.

"Masa hanya karena tidak memiliki sertifikat, negara tidak hadir, tentu itu tidak adil. Oleh karena itu, kita bantu sesuai dengan kewenangan yang kita miliki," tuturnya.

Melalui intervensi terpadu dari berbagai pihak—mulai dari pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perbaikan rumah—pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga berisiko stunting mendapat layanan tepat sasaran. Tujuannya jelas: mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks