Pencarian

Kapolda Sultra Sebut Kepemimpinan Polri Tak Bisa Andalkan Pendekatan Konvensional, Penelitian Sespim Lemdiklat Tahap II Digelar

Rabu, 19 Agustus 2026 • 21:22:31 WIB
Kapolda Sultra Sebut Kepemimpinan Polri Tak Bisa Andalkan Pendekatan Konvensional, Penelitian Sespim Lemdiklat Tahap II Digelar
Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji membuka penelitian Sespim Lemdiklat Polri Tahap II di Aula Dachara Polda Sultra, Kendari.

KENDARI — Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri menunjuk Polda Sulawesi Tenggara sebagai lokasi penelitian tahap II. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra itu dibuka langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Budi Hermawan, serta dihadiri sejumlah pejabat utama dan personel.

Tim peneliti dipimpin Kombes Pol. Leonardus Eric Bhismo selaku ketua, dengan wakil ketua Kombes Pol. Frans Sentoe. Mereka datang bersama konsultan, sekretaris, dan anggota tim untuk mengkaji tema "Pengembangan Kepemimpinan Polri yang Futuristis dalam Penegakan Hukum yang Modern dan Berkeadilan".

Adaptasi di Tiga Aspek: Hukum, Bahasa, dan Teknologi

Irjen Himawan menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Polda Sultra. Menurut dia, kepemimpinan Polri masa kini menuntut kemampuan beradaptasi yang tidak bisa dilepaskan dari tiga pilar utama: hukum, bahasa, dan teknologi.

"Saat ini kepekaan terhadap dinamika kamtibmas serta kemampuan menganalisis setiap potensi gangguan keamanan menjadi salah satu kunci utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Di era yang serba cepat, ancaman sering kali muncul melalui fenomena-fenomena kecil yang hanya dapat diidentifikasi melalui kemampuan deteksi dan analisis yang tajam," ungkap Irjen Himawan.

Ia menambahkan, setiap keputusan strategis harus lahir dari data akurat, bukan perkiraan semata. Tidak ada ruang untuk mengambil langkah berdasarkan asumsi dalam tugas kepolisian.

Terjemahan Nyata di Lapangan: Patroli hingga Layanan SIM Keliling

Konsep kepemimpinan futuristis yang digaungkan Polda Sultra bukan sekadar wacana. Di bidang harkamtibmas, penguatan patroli kini memanfaatkan laporan pengaduan masyarakat dan informasi dari media sosial sebagai bahan analisis awal.

Di bidang penegakan hukum, kebijakan pinjam pakai barang bukti kendaraan bermotor diterapkan agar masyarakat tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi selama proses hukum berlangsung. Sementara itu, layanan SIM diperluas hingga ke wilayah terluar dan kepulauan.

Rencana pengembangan Command Center yang terintegrasi dengan jaringan CCTV di berbagai titik strategis juga tengah disusun. Kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pengawasan berbasis teknologi secara real-time.

"Melalui forum penelitian ini, kita harapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu menjawab tantangan kepemimpinan Polri di masa depan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara," pungkas Irjen Himawan.

Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang memperkuat kepemimpinan Polri yang adaptif dan profesional. Polda Sultra sendiri terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk mendukung peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan kelancaran program pembangunan daerah.

Follow kabarbaubau.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarkendari.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks