KONAWE — Rapat koordinasi tiga wilayah itu digelar lewat Zoom Meeting dan diikuti jajaran Bappeda dari masing-masing daerah. Agenda utamanya menyamakan persepsi soal batas daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Kepala Bappeda Konawe, Sriany, SE., M.Si., bersama jajaran Bappeda Konawe mengikuti forum tersebut. Pembahasan berfokus pada langkah penyelesaian persoalan batas wilayah dan penataan ruang yang butuh koordinasi lintas wilayah.
Mengapa Batas Wilayah Konawe-Kendari-Konsel Perlu Dituntaskan
Kejelasan batas administrasi dan keselarasan RTRW dinilai menentukan arah pembangunan tiga daerah. Sinkronisasi dibutuhkan agar pengembangan kawasan, infrastruktur, investasi, dan aktivitas ekonomi warga tidak saling bertabrakan.
Konawe, Kendari, dan Konawe Selatan punya keterkaitan wilayah sekaligus hubungan ekonomi yang erat. Kebijakan pembangunan di satu daerah berpotensi bersinggungan atau berdampak ke wilayah lain.
Karena itu, koordinasi antarpemerintah daerah menjadi langkah penting untuk memastikan perencanaan dan pemanfaatan ruang berjalan selaras dengan kebijakan masing-masing.
Tindak Lanjut dari Pertemuan 17 September 2026
Rapat daring 1 Oktober 2026 merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya pada 17 September 2026. Pemerintah daerah dari tiga wilayah berupaya merumuskan langkah penyelesaian terhadap persoalan batas daerah dan penataan ruang.
Forum lintas wilayah itu diharapkan memperkuat sinergi pembangunan kawasan. Dampaknya diarahkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang saling terhubung.