Tawuran di Kendari Dipicu Cinta Segitiga, Dua Pemuda Jadi Korban Salah Sasaran dan Dilarikan ke RS

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:14:45 WIB
Dua pemuda terluka dalam tawuran di depan Toko Plaza Buah Kendari, Sabtu malam.

KENDARI — Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali memakan korban di Kota Kendari. Dua orang yang tidak terlibat langsung dalam persoalan justru menjadi sasaran amuk massa.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 00.49 WITA. Lokasinya di depan Toko Plaza Buah Kendari, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga. Warga setempat melaporkan keributan itu melalui WhatsApp ke pihak kepolisian.

Korban Dievakuasi ke RS Aliyah 3

Dantim 1 Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengatakan timnya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. “Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Sesampainya di tempat kejadian, petugas menemukan dua pemuda dalam kondisi terluka cukup parah. Keduanya diketahui bernama MF (19) dan MAH (21). Petugas kemudian mengevakuasi mereka ke RS Aliyah 3 Kendari untuk mendapatkan perawatan medis.

Akar Masalah: Konflik Asmara Tiga Orang

Hasil penelusuran awal polisi menyebutkan bahwa tawuran tersebut dipicu oleh persoalan cinta segitiga. Konflik melibatkan seorang perempuan berinisial RT (19) dengan dua pria berinisial AJ dan ALF. Namun dalam keributan itu, MF dan MAH justru menjadi korban yang tak bersalah.

“Korban tidak terlibat langsung dalam permasalahan, namun menjadi sasaran saat aksi tawuran berlangsung,” jelas Bripka Boy Sagita.

Polisi Imbau Korban Segera Lapor

Pihak kepolisian telah mengarahkan kedua korban untuk segera melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan ke Polresta Kendari. Laporan tersebut diperlukan agar proses hukum terhadap para pelaku bisa berjalan.

Hingga saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mengejar para pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kalangan pemuda agar tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa kekerasan.

Reporter: Fajar
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top