KENDARI — Upacara pemuliaan nilai-nilai Tribrata melalui prosesi pembasuhan Pataka Dharma Cakti Raharja berlangsung khidmat di Mapolda Sulawesi Tenggara. Seluruh pejabat utama, perwakilan personel, dan PNS Polri hadir dalam agenda yang dipimpin Kapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji.
Pataka kebanggaan Polda Sultra itu bukan sekadar atribut seremoni. Setiap suku kata dalam namanya mengandung filosofi yang menjadi pedoman personel.
Kata Dharma bermakna pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. Cakti melambangkan kekuatan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Sementara Raharja berarti keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan bagi masyarakat Sultra.
"Secara keseluruhan, simbol ini mencerminkan tekad seluruh insan Korps Bhayangkara untuk mengabdikan diri dengan integritas tinggi," demikian keterangan dari pihak manajemen Polda Sultra.
Inti dari tradisi tahunan ini adalah prosesi pembasuhan lambang kesatuan. Melalui ritual itu, nilai-nilai Tribrata kembali diteguhkan sebagai pedoman hidup setiap anggota.
Konsepnya sederhana namun dalam: setiap personel Polri wajib berbakti kepada nusa dan bangsa dengan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Kekuatan institusi tidak hanya diukur dari kemampuan operasional di lapangan.
Faktor penentu yang tak kalah krusial adalah integritas personal, kedisiplinan kerja, serta keteladanan moral dalam setiap tugas melayani publik.
Usai prosesi lokal, jajaran pimpinan Polda Sultra langsung bergeser mengikuti agenda lanjutan. Mereka mengikuti Zoom Meeting Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata tingkat nasional yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pihak manajemen Polda Sultra berharap momentum ini menjadi penguat semangat bagi seluruh personel. Targetnya jelas: menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat Bumi Anoa.