SULAWESI TENGGARA — Bocoran soal Samsung Galaxy Z Fold 8 terus berdatangan, dan yang terbaru justru mempertanyakan urgensi kehadiran varian termahalnya. Lewat unggahan di forum Naver, pembocor Lanzuk membagikan kesan langsung memegang perangkat ini. Menurutnya, bobot model dengan layar lebih lebar terasa “tidak masuk akal” — bukan karena beratnya, melainkan karena distribusi bobot yang berkat perubahan dimensi terasa lebih ringan dari ekspektasi. Ia menyebut sensasinya “seperti awal yang baru,” bahkan setelah Z Fold 7 dinilai sebagai lompatan besar di generasi sebelumnya.
Lanzuk secara blak-blakan mempertanyakan penamaan varian “Ultra” dalam seri Z Fold 8. Menurut catatannya, satu-satunya perbedaan yang ia rasakan antara model “Wide” (layar lebar) dan “Ultra” hanya ada pada kerapatan piksel layar dan tingkat kedalaman lipatan. Kedua aspek itu disebut lebih unggul di varian Ultra.
Samsung disebut menggunakan lapisan kaca ultra tipis (UTG) yang lebih tebal pada model ini demi membuat layar lebih kokoh dan mengurangi bekas lipatan. Namun, peningkatan minor ini dinilai tidak cukup untuk membenarkan label “Ultra” yang selama ini identik dengan spesifikasi paling gahar di lini flagship Samsung.
Dalam unggahan terpisah, Lanzuk mengklaim Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra akan mulai dijual di rak toko pada 7 Agustus 2025, kemungkinan besar untuk pasar Korea Selatan terlebih dahulu. Periode pra-registrasi disebut lebih pendek dari biasanya, hanya beberapa hari sebelum peluncuran. Harga jual masih belum diketahui.
Bocoran juga menyebut perubahan pada program bonus pre-order. Samsung kabarnya tetap memberikan program penggandaan kapasitas penyimpanan (doubled storage), namun dengan syarat dan ketentuan yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Detail syarat tersebut belum diungkap.
Samsung diperkirakan akan mengumumkan perangkat ini secara resmi pada 22 Juli 2025.
Jika bocoran ini akurat, pilihan antara Galaxy Z Fold 8 Wide dan Ultra sebenarnya sederhana: model Wide menawarkan pengalaman baru dengan distribusi bobot yang lebih baik dan layar lebih luas, sementara Ultra hanya unggul tipis di kualitas layar dan lipatan. Bagi pengguna yang menginginkan inovasi form factor, model reguler justru terlihat lebih menarik. Label “Ultra” tampaknya lebih cocok disematkan pada perangkat yang benar-benar menghadirkan lompatan kamera, performa, atau fitur eksklusif — bukan sekadar perbaikan minor pada layar.