Kerugian Indofarma Susut 76,7 Persen Jadi Rp 77,9 Miliar, Efisiensi Biaya Jadi Jurus Andalan

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40:01 WIB
Kerugian Indofarma menyusut signifikan menjadi Rp 77,9 miliar berkat efisiensi biaya.

SULAWESI TENGGARA — Manajemen Indofarma menyebutkan, penurunan rugi tersebut tidak terlepas dari kebijakan efisiensi operasional yang agresif. Sepanjang 2025, perseroan berhasil menekan beban umum dan administrasi hingga 55,2 persen. Selain itu, optimalisasi pendapatan lain juga ikut mendongkrak perbaikan laporan keuangan emiten berkode saham INAF itu.

Defisiensi Modal Menyusut, Liabilitas Jangka Pendek Tergerus

Dari sisi struktur keuangan, ada kabar baik lainnya. Defisiensi modal Indofarma berhasil ditekan dari Rp 1,144 triliun menjadi Rp 707 miliar. Penurunan ini didorong oleh berkurangnya utang jangka pendek perseroan hingga 58 persen.

“Berbagai langkah efisiensi dan optimalisasi yang kami lakukan telah menghasilkan perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026). Ia menambahkan, ke depan perseroan akan fokus memperkuat daya saing lewat pengembangan portofolio produk dan optimalisasi fasilitas produksi.

Ekspor Tumbuh 11,9 Persen, Raih 29 Sertifikasi Baru

Meski masih merugi, Indofarma mencatat sejumlah capaian positif di bisnis jangka panjang. Penjualan ekspor tercatat tumbuh 11,9 persen. Efisiensi biaya yang dijalankan juga berhasil menekan pengeluaran hingga 55,7 persen.

Tak hanya itu, perseroan juga mengantongi 29 sertifikasi dari berbagai lembaga, baik nasional maupun internasional. Sertifikat ini mencakup standar mutu, keamanan, dan kepatuhan regulasi. Modal ini menjadi penting bagi Indofarma untuk bersaing di pasar farmasi global.

Bekali Diri dengan Izin Edar untuk Beragam Kelas Terapi

Indofarma juga mengaku telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) untuk obat-obatan dari berbagai kelas terapi. Portofolio ini dinilai sebagai fondasi untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan kesehatan nasional.

Sepanjang 2025, perseroan memandang periode tersebut sebagai momentum membangun fondasi bisnis yang lebih berkelanjutan. Meskipun masih dibayangi tantangan likuiditas, langkah efisiensi yang telah berjalan diyakini mampu membawa Indofarma menuju titik balik yang lebih sehat.

Reporter: Sutomo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top