Devisa Ekspor Sulawesi Tenggara Tembus Rp31,1 Triliun di Semester I 2026, Tambang Masih Mendominasi

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 21:30:31 WIB
Devisa ekspor Sulawesi Tenggara mencapai Rp31,1 triliun pada semester I 2026, dengan sektor tambang masih mendominasi.

KENDARI — Capaian devisa ekspor Sulawesi Tenggara sebesar Rp31,1 triliun pada paruh pertama 2026 menunjukkan kontribusi signifikan sektor sumber daya alam terhadap perekonomian daerah. Namun, struktur ekspor yang masih bergantung pada hasil tambang menjadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan.

Dominasi Tambang dan Upaya Diversifikasi

Meski angka devisa terbilang besar, hampir seluruhnya disumbang oleh komoditas pertambangan. Ketergantungan ini membuat Pemprov Sultra dan instansi terkait terus mendorong diversifikasi melalui produk nonpertambangan.

Langkah konkret yang diambil adalah dengan menggenjot potensi ekspor dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Produk-produk lokal seperti olahan hasil laut, kerajinan, dan komoditas pertanian dinilai memiliki prospek untuk menembus pasar internasional.

Peran Bea Cukai dalam Mendongkrak Ekspor UMKM

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Kendari tidak hanya mencatat angka devisa, tetapi juga aktif dalam program pendampingan. Sosialisasi prosedur ekspor dan fasilitasi kemudahan perizinan menjadi fokus utama untuk menurunkan hambatan bagi pelaku UMKM yang ingin memulai ekspor.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong peningkatan nilai tambah produk dalam negeri. Dengan pembinaan yang tepat, produk UMKM Sultra diharapkan mampu bersaing di pasar global, sehingga ketergantungan pada sektor tambang perlahan dapat dikurangi.

Prospek Ekonomi Sultra ke Depan

Capaian devisa semester I 2026 ini menjadi modal berharga bagi Sultra untuk memperkuat fundamental ekonomi daerah. Pemerintah optimistis, dengan sinergi antara sektor pertambangan yang sudah mapan dan pengembangan UMKM yang agresif, nilai ekspor dapat terus meningkat.

Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa produk nonpertambangan memiliki standar kualitas yang memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor. Dukungan infrastruktur dan akses permodalan bagi UMKM juga menjadi kunci agar diversifikasi ekonomi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Reporter: Sutomo
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top