IKAL Lemhannas Tuntaskan Rakernas Perdana, Targetkan Dua DPD Baru di Papua dan Program Bela Negara

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:50:01 WIB
IKAL Lemhannas menuntaskan Rapat Kerja Nasional perdana di Sulawesi Tenggara dengan menetapkan tiga prioritas utama untuk lima tahun ke depan.

SULAWESI TENGGARA — Rakernas yang dipimpin Ketua Umum IKAL Lemhannas Purnomo Yusgiantoro itu menjadi ajang konsolidasi pertama kepengurusan baru. Dalam forum tersebut, organisasi menetapkan tiga prioritas utama untuk lima tahun ke depan: konsolidasi internal, dukungan terhadap Lemhannas sebagai lembaga kaderisasi pemimpin nasional, serta kontribusi konkret pada program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ekspansi ke Papua dan Penguatan 32 DPD

Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan adalah pembentukan dua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) baru di Papua. Langkah ini menambah jaringan organisasi yang saat ini telah memiliki 32 DPD di berbagai daerah.

"Organisasi juga akan memperkuat peran daerah dengan mengoptimalkan 32 Dewan Pimpinan Daerah yang telah terbentuk serta menambah dua DPD baru di Papua," ujar Purnomo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Tiga Program Unggulan: Wawasan Nusantara hingga Bakti Sosial

IKAL Lemhannas merumuskan sejumlah program kerja yang bersinggungan langsung dengan isu nasional. Pertama, sosialisasi Wawasan Nusantara secara masif. Kedua, penguatan bela negara yang akan dikerjakan bersama Kementerian Dalam Negeri. Ketiga, keberlanjutan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat.

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily turut hadir dalam rakernas tersebut. Kehadirannya menandakan dukungan penuh lembaga terhadap langkah para alumninya dalam mengawal kebijakan strategis negara.

Menyelaraskan Gerakan Alumni dengan Asta Cita

Rakernas ini menjadi sinyal bahwa jaringan alumni Lemhannas tidak hanya bergerak di tataran seremonial. Dengan latar belakang para anggotanya yang sebagian besar adalah birokrat senior, mantan perwira tinggi TNI/Polri, dan akademisi, organisasi ini memiliki potensi menjadi pressure group yang efektif.

Fokus pada Asta Cita — program prioritas pemerintahan Prabowo — menunjukkan bahwa IKAL ingin berperan sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi alumni. Program bela negara yang digagas, misalnya, selaras dengan semangat pemerintah dalam memperkuat ketahanan ideologi dan nasionalisme di tengah tantangan disrupsi global.

Purnomo Yusgiantoro, yang juga mantan Menteri Pertambangan dan Energi, memimpin langsung jalannya sidang. Ia memastikan seluruh program yang dirumuskan akan segera ditindaklanjuti di tingkat pusat dan daerah.

Reporter: Saiful
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top