KOLAKA TIMUR — Dukungan untuk warga terdampak kebakaran di Desa Lalokateba terus mengalir. BPBD Kolaka Timur menyalurkan bantuan material bangunan yang diserahkan langsung di lokasi kejadian, Sabtu (18/7/2026). Proses distribusi itu tidak berjalan sendiri; mahasiswa KKN Posko 166 IAIN Kendari ikut mengawal pendistribusian agar tepat sasaran.
Material yang dibagikan terdiri dari papan, seng, dan balok kayu. Camat Dangia, I Wayan Gede Edy Sanjaya, menyebut jenis bantuan ini dipilih karena menjadi kebutuhan paling mendesak untuk mempercepat pembangunan kembali hunian warga. “Pemerintah berkomitmen hadir di saat masyarakat membutuhkan. Bantuan ini adalah langkah awal pemulihan,” ujarnya di lokasi.
Kehadiran mahasiswa KKN Posko 166, yang basisnya di Desa Lamosila, bukan sekadar menjadi saksi. Mereka turun langsung membantu pendampingan distribusi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Dangia. Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN Dangia, Muh. Fadillah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“KKN adalah tentang membangun kepedulian dan empati. Saat masyarakat tertimpa musibah, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir. Ini bukan hanya soal bantuan materi, tapi juga dukungan moril agar korban merasa tidak sendirian,” kata Fadillah. Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa diharapkan bisa meringankan beban psikologis korban sekaligus mempercepat pemulihan lewat semangat gotong royong.
Proses penyerahan bantuan berlangsung tertib dan hangat. Perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar turut menyaksikan momen tersebut. Peristiwa di Desa Lalokateba menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci ketangguhan dalam menghadapi bencana. Di balik rumah-rumah yang hangus, solidaritas justru kian menguat.
Dengan adanya bantuan material dari BPBD dan pendampingan dari mahasiswa IAIN Kendari, warga Lalokateba kini memiliki modal dasar untuk bangkit. Musibah mungkin meruntuhkan bangunan fisik, namun tidak mampu menghancurkan semangat membangun kembali harapan.