6 Kuliner Khas Baubau yang Wajib Dicoba, Warisan Kerajaan Buton

Penulis: Yasir  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 22:51:31 WIB

Kota Baubau di Pulau Buton tidak hanya dikenal lewat Benteng Keraton Buton yang tercatat sebagai benteng terluas di dunia, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner yang menjadi warisan Kerajaan Buton sejak berabad-abad silam. Kondisi geografis Buton yang berbukit kapur membuat masyarakat setempat mengembangkan pengolahan pangan yang khas dan berbeda dari daerah Sulawesi lainnya.

Beberapa kuliner khas Baubau bahkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Buton, disajikan dalam kehidupan sehari-hari maupun acara adat tertentu. Selain hidangan utama, Baubau juga dikenal dengan hasil bumi yang menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Berikut enam kuliner khas Baubau yang layak dicoba bagi siapa saja yang berkunjung ke Pulau Buton.

Kasoami, Makanan Pokok Pengganti Nasi

Kasoami menjadi salah satu kuliner paling masyhur dari Baubau, terbuat dari tepung singkong yang diolah dan dikukus hingga membentuk kerucut kecil. Hidangan ini menjadi makanan pokok masyarakat Buton sejak lama, menggantikan peran nasi dalam menu sehari-hari.

Kasoami biasa disantap bersama ikan kuah kuning atau sayur, mencerminkan bagaimana masyarakat Buton memanfaatkan hasil bumi lokal sebagai sumber karbohidrat utama di tengah kondisi tanah yang kurang subur untuk padi.

Ayam Nasu Wolio, Warisan Kuliner Kerajaan Buton

Ayam nasu wolio merupakan hidangan yang tidak lengkap rasanya jika belum dicicipi saat berkunjung ke Baubau. Berbeda dari opor ayam pada umumnya, hidangan ini menggunakan ayam kampung yang dipanggang atau diasap lebih dulu sebelum dipotong dan dimasak dengan bumbu rempah.

Proses memasak yang memadukan teknik panggang dan rebus ini menghasilkan cita rasa yang khas, menjadikan ayam nasu wolio sebagai salah satu warisan kuliner Kerajaan Buton yang masih lestari hingga kini.

Sup Ikan Parende, Kesegaran Hasil Laut Buton

Sup ikan parende menjadi hidangan wajib bagi pencinta ikan laut yang berkunjung ke Baubau. Olahan ini biasanya menggunakan ikan kakap, kerapu, atau tenggiri segar yang dimasak dengan kuah bening kaya rempah.

Kesegaran ikan yang langsung ditangkap dari perairan sekitar Buton membuat cita rasa sup ini terasa lebih otentik, apalagi jika disantap langsung di rumah makan tepi pantai yang banyak tersebar di Baubau.

Kambewe, Camilan Manis dari Jagung Muda

Kambewe adalah camilan tradisional yang terbuat dari jagung muda yang diparut atau dihaluskan, kemudian dicampur kelapa parut dan gula merah, lalu dibungkus kulit jagung dan dikukus hingga matang.

Perpaduan rasa manis dan gurih dari kambewe membuat camilan ini digemari berbagai kalangan, sekaligus menjadi contoh bagaimana masyarakat Buton memanfaatkan hasil pertanian lokal secara kreatif.

Tuli-Tuli, Jajanan Berbentuk Unik

Tuli-tuli terbuat dari bahan dasar yang mirip dengan kasoami, namun diolah dengan cara digoreng bukan dikukus. Keunikan camilan ini terletak pada bentuknya yang menyerupai angka delapan, membuatnya mudah dikenali di antara jajanan tradisional lain.

Tekstur renyah dari tuli-tuli membuatnya cocok dinikmati sebagai camilan santai, baik sebagai teman minum kopi maupun oleh-oleh ringan yang mudah dibawa pulang.

Kacang Mete, Oleh-Oleh Andalan Baubau

Selain hidangan utama, Baubau juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kacang mete dalam jumlah besar, bahkan hasil produksinya sudah diekspor ke sejumlah negara seperti Vietnam, India, hingga Eropa.

Kacang mete Baubau menjadi oleh-oleh favorit wisatawan berkat rasanya yang gurih dan kualitasnya yang terjaga, sering dipadukan pula dengan kopi kaongkeongkea khas daerah ini sebagai buah tangan andalan.

Tips Menikmati Kuliner Khas Baubau

  • Cari rumah makan tepi pantai untuk menikmati sup ikan parende dengan hasil laut paling segar
  • Coba kasoami sebagai pengganti nasi untuk merasakan makanan pokok asli masyarakat Buton
  • Sisihkan waktu mencari kambewe dan tuli-tuli di pasar tradisional sebagai camilan khas
  • Jadikan kacang mete dan kopi kaongkeongkea sebagai oleh-oleh sebelum meninggalkan Baubau
  • Tanyakan kepada warga lokal rumah makan yang menyajikan ayam nasu wolio paling otentik

Selain kaya kuliner, Baubau juga memiliki warisan sejarah yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Baca juga: Benteng Keraton Buton, Benteng Terluas di Dunia Versi Guinness Book.

Reporter: Yasir
Back to top