SULAWESI TENGGARA — Perbedaan utama antara format IMAX 70mm dan IMAX digital terletak pada media asal, resolusi, dan ketersediaan. IMAX 70mm menggunakan film seluloid berukuran 69,8 x 48,5 mm dengan 15 lubang sproket per frame (disebut juga IMAX 15/70), diproyeksikan secara horizontal ke layar raksasa 59 x 79 kaki. Resolusi efektifnya mencapai 18K — lebih dari empat kali lipat dari 4K yang menjadi batas maksimum IMAX digital.
Format ini menggunakan satu atau dua lampu xenon 15 kW berpendingin air yang hingga 7,5 kali lebih terang dari proyektor bioskop biasa. Hasilnya, gambar tetap tajam dan cerah meski di layar sebesar itu. “The Odyssey menjadi film pertama yang sepenuhnya syuting dengan IMAX 70mm,” tulis artikel asli, menyebut biaya produksi mencapai $250 juta dan setiap cetak film diperkirakan menelan biaya $80.000.
Sayangnya, hanya 24 teater di AS, sembilan di Kanada, dan enam di luar kedua negara tersebut yang memiliki proyektor IMAX 70mm. Selain The Odyssey, film-film seperti Oppenheimer, Tenet, Dune: Part 3, dan Sinners menggunakan campuran IMAX 70mm dan Super Panavision 70mm — tetap menawarkan aspek rasio 1,43:1 dan layar besar, namun beberapa adegan tidak mencapai resolusi penuh IMAX.
IMAX digital, yang disebut juga IMAX with Laser, hadir dalam beberapa varian. Sistem tertingginya adalah GT Laser dengan proyektor ganda yang mampu menampilkan aspek rasio 1,43:1 — sama seperti IMAX 70mm — namun hanya ada sekitar 12 teater di Amerika Utara. Kelebihan laser adalah kecerahan dan kontras yang lebih baik dari film, karena sistem laser bisa mematikan piksel sepenuhnya.
Mayoritas teater IMAX digital menggunakan aspek rasio 1,90:1 dengan resolusi 4K. Varian CoLa (single projector) dan XT memiliki kecerahan dan ketajaman sedikit lebih rendah, tetapi masih jauh di atas proyektor 2K biasa. Sekitar 100 teater di AS menyediakan format ini. Film yang diambil dengan kamera digital atau 35mm lalu di-upscale ke IMAX digital akan kehilangan sedikit ketajaman, meski kualitas brightness tetap unggul.
Jika teater IMAX 70mm tersedia, format itu adalah pilihan terbaik — terutama untuk film yang benar-benar syuting menggunakan IMAX 70mm seperti The Odyssey. Namun, jika tidak ada, IMAX digital dengan sistem GT Laser 1,43:1 atau bahkan 1,90:1 tetap memberikan pengalaman yang jauh lebih baik dari bioskop standar. Film yang syuting di IMAX 70mm atau 70mm biasa akan terlihat paling maksimal, sementara film yang di-upscale tetap layak ditonton berkat kecerahan dan ukuran layar.
Bagi penonton di Indonesia, penting untuk mengecek jenis proyektor yang tersedia di bioskop lokal. Sebagian besar teater IMAX di Indonesia menggunakan sistem digital 1,90:1 — bukan IMAX 70mm. Meski begitu, format digital ini sudah cukup memuaskan untuk menikmati film-film blockbuster dengan kualitas visual yang superior.